WhatsApp Icon
banner

Berita Terkini

BAZNAS SUBANG SALURKAN BANTUAN ZAKAT  BAGI KORBAN KEBAKARAN DI TANJUNGSIANG
BAZNAS SUBANG SALURKAN BANTUAN ZAKAT BAGI KORBAN KEBAKARAN DI TANJUNGSIANG
SUBANG, 26 Oktober 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Melalui program BAZNAS Subang Bageur dan BAZNAS Tanggap Bencana, bantuan stimulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) disalurkan kepada keluarga Bapak Wiwih Wihanda, korban kebakaran rumah di Kampung Cikembang, RT 09/RW 04, Desa Tanjungsiang, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Musibah kebakaran tersebut terjadi sekitar sepekan sebelum penyaluran bantuan dan diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Api menghanguskan rumah milik Bapak Wiwih Wihanda. Berkat kesigapan dan gotong royong warga sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan. Bapak Wiwih Wihanda yang sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil es krim tersebut memiliki dua orang anak yang masih kecil. Alhamdulillah, seluruh anggota keluarganya selamat dari musibah tersebut. Namun, kerusakan rumah yang cukup berat membuat keluarga ini menghadapi kesulitan untuk melakukan perbaikan secara mandiri. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Tanjungsiang mengajukan permohonan bantuan kepada BAZNAS Kabupaten Subang agar keluarga korban mendapatkan dukungan untuk memperbaiki tempat tinggalnya. Setelah menerima dan melakukan verifikasi terhadap proposal permohonan bantuan, BAZNAS Kabupaten Subang merealisasikan bantuan melalui program Bidang Kemanusiaan, dengan peruntukan bantuan stimulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) akibat bencana kebakaran. Bantuan diserahkan secara langsung kepada keluarga korban oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Subang, Ustaz Wahyudin, S.Pd., yang mewakili Ketua BAZNAS Kabupaten Subang. Penyaluran ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Subang dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga kurang mampu yang mengalami musibah dan membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi kehidupannya. Dana bantuan tersebut bersumber dari zakat dengan asnaf fakir dan miskin, yang dikelola secara amanah melalui BAZNAS Kabupaten Subang. Dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada masyarakat merupakan titipan kebaikan dari para muzaki, munfik, dan mutashaddik, termasuk Bupati Subang, ASN Pemerintah Kabupaten Subang, karyawan BUMD, BLUD RSUD, karyawan sektor swasta, serta seluruh masyarakat Kabupaten Subang. BAZNAS Kabupaten Subang menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Semoga setiap kebaikan yang ditunaikan menjadi amal ibadah, dilipatgandakan pahalanya, dilimpahkan keberkahan rezekinya, serta menjadi jalan hadirnya pertolongan Allah SWT bagi sesama. Melalui program BAZNAS Subang Bageur dan BAZNAS Tanggap Bencana, diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus membantu mempercepat proses perbaikan rumah agar kembali menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi keluarganya. BAZNAS Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus hadir, peduli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, profesional, serta tepat sasaran. BAZNAS Subang Bageur, Zakat Menguatkan Indonesia! #BAZNASSUBANG #ZakatInfakSedekah #SubangBageur #BAZNSTanggapBencana #Rutilahu #ZakatMenguatkanIndonesia
28/10/2026 | Admin
Wujud Kepedulian Sosial, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Bu Ii Sunari di RSUD Kebumen
Wujud Kepedulian Sosial, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Bu Ii Sunari di RSUD Kebumen
SUBANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang terus menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan layanan kemanusiaan, khususnya di sektor kesehatan. Kali ini, BAZNAS Subang merealisasikan penyaluran bantuan biaya pengobatan untuk seorang warga yang tengah berjuang melawan sakit di luar daerah. Bantuan kesehatan tersebut diperuntukkan secara khusus bagi Ibu Ii Sunari, warga asal Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen, Jawa Tengah. Penyerahan bantuan secara simbolis dan administratif telah diserahkan langsung kepada Bapak Rizky, yang hadir mewakili Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Subang, guna memastikan sinergi penanganan warga dhuafa yang membutuhkan rujukan maupun perawatan medis di luar wilayah Subang berjalan lancar. Program bantuan ini merupakan bagian dari pilar kepedulian sosial dan kesehatan BAZNAS Subang dalam meringankan beban keluarga pasien yang sedang menghadapi ujian berat. Melalui pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari para muzaki, BAZNAS berupaya untuk terus hadir menjadi jembatan kebaikan, memastikan setiap warga Subang yang membutuhkan uluran tangan mendapatkan perhatian yang layak demi mempercepat proses pemulihan kesehatan mereka.
28/10/2026 | Admin
Sambut Hari Guru Nasional 2026, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Dukungan untuk PGRI Cabang Subang
Sambut Hari Guru Nasional 2026, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Dukungan untuk PGRI Cabang Subang
SUBANG — Menjelang perayaan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang kembali menegaskan komitmennya dalam mengapresiasi jasa para pendidik. BAZNAS Subang secara resmi telah menyerahkan bantuan khusus guna mendukung suksesnya rangkaian acara peringatan Hari Guru Nasional kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Subang. Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian nyata lembaganya terhadap dunia pendidikan, sekaligus wujud penghargaan mendalam atas dedikasi tanpa kenal lelah para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah Kabupaten Subang. Melalui pilar program pendidikan yang diusung, BAZNAS Subang berharap dukungan yang diberikan dapat memperlancar jalannya berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan oleh PGRI Cabang Subang dalam rangka memeriahkan HGN 2026. Bantuan tersebut bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dititipkan oleh para muzaki, termasuk para guru dan ASN yang senantiasa menunaikan kewajibannya melalui BAZNAS. Diharapkan kolaborasi ini mampu mempererat tali silaturahmi serta membawa keberkahan dan kemaslahatan yang lebih luas bagi para pendidik di Kabupaten Subang.
28/10/2026 | Admin

Agenda Pimpinan

KETUA BAZNAS SUBANG HADIRI RAKORNAS BAZNAS RI 2026 DI JAKARTA, PERKUAT KONSOLIDASI ZAKAT NASIONAL
KETUA BAZNAS SUBANG HADIRI RAKORNAS BAZNAS RI 2026 DI JAKARTA, PERKUAT KONSOLIDASI ZAKAT NASIONAL
JAKARTA, 13 Oktober 2026 — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Republik Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Subang didampingi Wakil Ketua III, Ustaz Wahyudin, S.Pd. Rakornas BAZNAS RI 2026 menjadi momentum strategis bagi jajaran pimpinan BAZNAS dari seluruh Indonesia untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dengan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, strategi, dan program inovatif untuk mengoptimalkan penghimpunan serta pendistribusian ZIS, sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., menyampaikan harapannya agar Rakornas berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan pengelolaan zakat di Indonesia. “Kami mendoakan semoga Rapat Koordinasi Nasional Pimpinan BAZNAS se-Indonesia ini diberikan kelancaran dan keberkahan. Semoga menghasilkan program-program terbaik untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat, serta mendorong berbagai program pemberdayaan agar mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki,” ungkapnya. Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Subang dalam Rakornas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya para mustahik di Kabupaten Subang. BAZNAS Kabupaten Subang juga memohon doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Subang agar seluruh rangkaian Rakornas BAZNAS RI 2026 berjalan lancar, menghasilkan keputusan yang bermanfaat, serta membawa keberkahan bagi umat dan masyarakat Kabupaten Subang. BAZNAS KABUPATEN SUBANG Bersama Umat, Menebar Manfaat. #BAZNASSubang #RakornasBAZNAS2026 #BAZNASRI #ZakatProduktif #ZakatUntukindonesia

15-10-2026 | Admin

PERKUAT KELEMBAGAAN DAN PENGHIMPUNAN ZIS, BAZNAS SUBANG SILATURAHMI DENGAN SEKDA
PERKUAT KELEMBAGAAN DAN PENGHIMPUNAN ZIS, BAZNAS SUBANG SILATURAHMI DENGAN SEKDA
Subang, Senin, 12 Oktober 2026 – Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergi kelembagaan, BAZNAS Kabupaten Subang melaksanakan silaturahmi ke Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Senin (12/10/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan serta meningkatkan koordinasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya dalam optimalisasi penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Melalui silaturahmi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam mendorong kesadaran berzakat dan berinfak di kalangan ASN serta memperluas manfaat pengelolaan ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan dan mengoptimalkan penghimpunan serta penyaluran ZIS secara amanah, profesional, dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Subang. BAZNAS Subang — Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Kesejahteraan. #BAZNASSubang #PemkabSubang #PenguatanKelembagaan #OptimalisasiZIS #ZakatMenguatkanIndonesia

12-10-2026 | Admin

BAZNAS DAN DINKES SUBANG LAUNCHING INFAK BERSERI, LIBATKAN 40 PUSKESMAS
BAZNAS DAN DINKES SUBANG LAUNCHING INFAK BERSERI, LIBATKAN 40 PUSKESMAS
Subang, Senin, 12 Oktober 2026 – BAZNAS Kabupaten Subang bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Subang resmi meluncurkan Program Infak BERSERI (Berinfak Setiap Hari) di halaman Kantor Dinas Kesehatan, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian apel pagi ASN ini dihadiri Pimpinan BAZNAS Subang, Kepala Dinas Kesehatan dr. Dwinan Marchiwati, MARS, jajaran ASN, serta 40 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Subang. Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran atas dukungan terhadap program tersebut. Menurutnya, Infak BERSERI bertujuan membangun kebiasaan berinfak setiap hari sesuai kemampuan sekaligus memperkuat kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kepala Dinas Kesehatan menyambut baik kolaborasi ini karena sejalan dengan semangat pengabdian tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat. Launching ditandai dengan penyerahan simbolis kaleng Infak BERSERI kepada Sekretaris Dinas Kesehatan dan perwakilan Kepala Puskesmas. Melalui program ini, BAZNAS Subang berharap tumbuh budaya berbagi di lingkungan ASN dan tenaga kesehatan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. BERSERI — Berinfak Setiap Hari, Berbagi untuk Sesama. #BAZNASSubang #InfakBERSERI #DinasKesehatanSubang #ZakatInfakSedekah #ZakatMenguatkanIndonesia

12-10-2026 | Admin

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kabupaten Subang Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Ibu Penderita Komplika
BAZNAS Kabupaten Subang Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Ibu Penderita Komplika
Subang, Jumat, 14 Agustus 2026 – BAZNAS Kabupaten Subang kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Program Subang Cageur. Bantuan kali ini diberikan kepada Ibu Rina Novianti, warga Kampung Bantarsari, RT 02/RW 01, Desa Bantarsari, Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang. Ibu Rina merupakan seorang ibu yang memiliki dua orang anak yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar, masing-masing di kelas 4 dan kelas 1 SD. Kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan karena suaminya hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Saat ini, Ibu Rina hanya bisa berbaring karena menderita komplikasi berbagai penyakit. Beliau sudah cukup lama mengidap diabetes yang menyebabkan luka pada beberapa bagian tubuhnya. Selain itu, beliau juga menderita penyakit jantung dan tekanan darah tinggi sehingga harus bolak-balik menjalani perawatan di RSUD. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kabupaten Subang melalui Kabag 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan bersama staf menyalurkan bantuan biaya pengobatan yang bersumber dari dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dan munfik melalui BAZNAS Kabupaten Subang. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pengobatan. Terima kasih kepada seluruh muzaki dan munfik yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Subang. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal saleh yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi semua. #BaznasKabSubang #BaznasSubangCageur #ZakatMenguatkanIndonesia
19/08/2026 | Admin
Sejak Lahir Tanpa Tempurung kepala, Ulfa Terus Berjuang
Sejak Lahir Tanpa Tempurung kepala, Ulfa Terus Berjuang
SUBANG – Dalam semangat Jum'at Berkah, Jum'at, 31 Juli 2026, BAZNAS Kabupaten Subang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui Program Subang Cageur. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan bersama Kabag Bidang II dan Kepala Staf BAZNAS Kabupaten Subang kepada keluarga Ibu Eka Komariah di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang. Bantuan kesehatan tersebut diberikan untuk putri beliau, Ulfa, yang sejak lahir telah menghadapi ujian kesehatan yang sangat berat. Ulfa lahir dengan kelainan bawaan berupa tidak terbentuknya tempurung kepala, sehingga hingga saat ini telah menjalani empat kali operasi. Alhamdulillah, kini Ulfa telah berusia 7 tahun. Namun perjuangannya belum usai. Ia masih harus menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Welas Asih Bandung. Kondisinya masih sering mengalami kejang-kejang, dan karena belum memiliki tempurung kepala secara sempurna, kepalanya sangat sensitif terhadap guncangan, sehingga perjalanan menggunakan sepeda motor sangat berisiko. Sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kepada mustahik, BAZNAS Kabupaten Subang juga siap menyediakan layanan Mobil Ambulans Gratis untuk mengantar dan menjemput Ulfa saat menjalani pengobatan ke rumah sakit, sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga, memperlancar proses pengobatan Ulfa, serta menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. "Zakat adalah amanah umat yang harus kembali menjadi harapan bagi mereka yang sedang berjuang." #BaznasKabSubang #SubangCageur #SubangNgabret #ZakatUntukIndonesia
31/07/2026 | Admin
Ringankan Beban Warga, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan di Cipeundeuy
Ringankan Beban Warga, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan di Cipeundeuy
SUBANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang terus konsisten menggulirkan program kemanusiaan guna membantu masyarakat yang membutuhkan. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui penyaluran bantuan langsung dari pilar program Subang Bageur di wilayah Kecamatan Cipeundeuy. Bantuan dari program Subang Bageur kali ini dialokasikan secara khusus untuk meringankan beban Bapak Ucun, seorang warga yang berdomisili di Dusun I Cipeundeuy, RT 09/RW 04, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Program Subang Bageur sendiri merupakan salah satu dari lima pilar utama BAZNAS Kabupaten Subang yang bergerak aktif di bidang kemanusiaan, sosial, serta penguatan keagamaan. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS berupaya hadir secara langsung untuk meringankan beban ekonomi dan membantu memenuhi kebutuhan dasar hidup masyarakat rentan serta dhuafa. Dana bantuan yang disalurkan bersumber penuh dari pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh para muzaki melalui BAZNAS. Diharapkan aksi nyata ini dapat memberikan kemanfaatan yang besar bagi keluarga Bapak Ucun serta mendatangkan keberkahan yang luas bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Subang.
30/07/2026 | Admin

Artikel Terbaru

Panduan Zakat Pertanian untuk Petani Subang
Panduan Zakat Pertanian untuk Petani Subang
Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Dari berbagai jenis zakat yang ada, zakat pertanian menjadi salah satu yang penting untuk dipahami, khususnya bagi para petani. Masih banyak yang bertanya-tanya tentang cara menghitungnya, kapan harus dikeluarkan, serta berapa besar zakat yang wajib dibayarkan. Menunaikan zakat pertanian dengan benar bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama. Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Subang, zakat dapat disalurkan secara amanah, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Apa Itu Zakat Pertanian? Zakat pertanian adalah zakat yang dikenakan atas hasil bumi, baik berupa tanaman maupun buah-buahan yang menjadi makanan pokok dan memiliki nilai ekonomi. Kewajiban ini disebutkan dalam Al-Qur’an: "Dan tunaikanlah haknya (zakatnya) di hari memetik hasilnya." (QS. Al-An’am: 141) Rasulullah SAW juga bersabda: "Tanaman yang diairi oleh air hujan atau sumber air alami, zakatnya 10%. Sedangkan yang diairi dengan alat penyiraman atau memerlukan biaya, zakatnya 5%." (HR. Bukhari & Muslim) Jenis Tanaman yang Wajib Dizakati Tidak semua hasil pertanian wajib dizakati. Dalam ketentuan mayoritas ulama, yang termasuk wajib zakat antara lain: 1. Biji-bijian seperti padi, gandum, jagung, dan kacang-kacangan. 2. Buah-buahan tertentu seperti kurma dan anggur. 3. Tanaman pangan yang menjadi makanan pokok dan dapat disimpan dalam waktu lama. Adapun sayuran dan buah-buahan selain yang disebutkan di atas tidak termasuk objek zakat pertanian. Meski demikian, tetap dianjurkan untuk mengeluarkan infak atau sedekah dari hasil tersebut. Nisab Zakat Pertanian Nisab adalah batas minimal hasil panen yang wajib dizakati. Untuk zakat pertanian, nisabnya adalah 5 wasq, setara dengan 653 kg gabah kering atau sekitar 520 kg beras. Jika hasil panen belum mencapai jumlah tersebut, maka tidak wajib zakat. Namun, bersedekah tetap sangat dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diperoleh. Kadar Zakat Pertanian Besaran zakat pertanian bergantung pada sistem pengairan yang digunakan: · 10% dari total hasil panen, jika diairi secara alami oleh hujan, sungai, atau mata air tanpa biaya tambahan. · 5% dari total hasil panen, jika menggunakan irigasi buatan yang memerlukan biaya atau tenaga. Contoh Perhitungan Contoh 1: Seorang petani dengan sawah tadah hujan memperoleh hasil panen 2.000 kg gabah kering. Karena menggunakan pengairan alami, zakatnya: 10% × 2.000 kg = 200 kg gabah kering. Contoh 2: Petani lain menggunakan pompa air berbayar dan menghasilkan 3.000 kg gabah kering. Karena menggunakan irigasi berbiaya, zakatnya: 5% × 3.000 kg = 150 kg gabah kering. Cara Membayar Zakat Pertanian Zakat pertanian dapat ditunaikan dengan dua cara: 1. Menyerahkan hasil panen langsung kepada mustahik atau melalui BAZNAS. 2. Mengonversinya ke dalam bentuk uang, dengan nilai yang setara setelah hasil panen dijual. Mengapa Menyalurkan Melalui BAZNAS Subang? Menunaikan zakat melalui BAZNAS Subang memberikan banyak kemudahan dan manfaat, antara lain: · Penyaluran lebih tepat sasaran. · Pengelolaan yang transparan dan profesional. · Memudahkan petani tanpa harus mencari mustahik secara langsung. Kesimpulan Zakat pertanian adalah kewajiban yang perlu dipahami dan ditunaikan dengan benar. Dengan mengetahui nisab, kadar, dan cara penghitungannya, kita dapat memastikan zakat yang dibayarkan sesuai dengan syariat. Agar lebih amanah dan bermanfaat luas, menyalurkan zakat melalui BAZNAS Subang adalah langkah yang bijak. Selain menjalankan kewajiban agama, kita juga turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ayo tunaikan zakat pertanian Anda sekarang. Pastikan zakat Anda dihitung dengan tepat dan disalurkan melalui lembaga resmi agar lebih aman, transparan, dan membawa keberkahan bagi semua.
15/02/2026 | UYZ
Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat? Memahami 8 Asnaf secara Kontekstual
Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat? Memahami 8 Asnaf secara Kontekstual
Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam Islam yang tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial dan kemanusiaan yang besar. Melalui zakat, Islam mengajarkan keadilan, kepedulian, dan solidaritas sosial agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah menetapkan secara jelas siapa saja yang berhak menerima zakat. Mereka disebut sebagai asnaf, yaitu golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana tercantum dalam Surah At-Taubah ayat 60. Pemahaman terhadap 8 asnaf ini penting agar penyaluran zakat tepat sasaran dan sesuai dengan syariat. Berikut 8 golongan (asnaf) penerima zakat yang perlu kita pahami secara kontekstual: 1. Fakir Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dalam konteks saat ini, fakir bisa berupa lansia terlantar, penyandang disabilitas tanpa penghasilan, atau masyarakat yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. 2. Miskin Miskin adalah mereka yang memiliki penghasilan, namun belum mampu mencukupi kebutuhan hidup secara layak. Misalnya pekerja dengan pendapatan tidak tetap, buruh harian, atau kepala keluarga dengan tanggungan besar. Zakat berperan membantu mereka agar dapat hidup lebih layak dan mandiri. 3. Amil Zakat Amil zakat adalah pihak yang bertugas mengelola zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan zakat kepada para mustahik. Dalam Islam, amil termasuk salah satu golongan yang berhak menerima zakat sebagai bentuk penghargaan atas amanah dan tanggung jawab besar yang diemban. Di Indonesia, peran amil zakat dijalankan oleh lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berfungsi memastikan pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariat Islam. 4. Mualaf Mualaf adalah orang yang baru memeluk Islam dan masih membutuhkan penguatan iman, baik secara spiritual maupun ekonomi. Bantuan zakat kepada mualaf bertujuan untuk meneguhkan keislamannya serta membantu proses adaptasi dalam kehidupan sosial dan keagamaan. 5. Riqab Riqab pada masa lalu merujuk pada budak yang ingin memerdekakan dirinya. Dalam konteks kekinian, riqab dapat dimaknai sebagai upaya membebaskan manusia dari berbagai bentuk perbudakan modern, seperti korban perdagangan manusia, eksploitasi, atau ketertindasan sosial yang menghilangkan kemerdekaan dan martabatnya. 6. Gharim Gharim adalah orang yang memiliki utang untuk kebutuhan mendesak dan halal, namun tidak mampu melunasinya. Contohnya, utang untuk biaya pengobatan, pendidikan, atau kebutuhan dasar akibat musibah. Zakat hadir sebagai solusi untuk meringankan beban dan memulihkan kondisi mereka. 7. Fisabilillah Fisabilillah adalah mereka yang berjuang di jalan Allah. Saat ini, maknanya tidak terbatas pada medan perang, tetapi mencakup kegiatan dakwah, pendidikan Islam, sosial kemanusiaan, dan upaya kemaslahatan umat yang dilakukan dengan niat lillahi ta’ala. 8. Ibnu Sabil Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan untuk tujuan yang baik. Dalam konteks modern, bisa berupa perantau, pelajar, atau pekerja yang mengalami kesulitan di perjalanan dan membutuhkan bantuan sementara untuk melanjutkan perjalanannya. Sejalan dengan pemahaman tentang 8 asnaf penerima zakat, dapat dipahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan sosial dan menumbuhkan kepedulian antar sesama. Zakat hadir sebagai solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, menguatkan ekonomi umat, serta mendorong kemandirian bagi mereka yang membutuhkan. Menunaikan zakat merupakan wujud ketaatan kepada Allah SWT sekaligus bentuk nyata kepedulian sosial seorang muslim. Melalui zakat, tercipta ikatan persaudaraan, tumbuh rasa empati, dan tersebar keberkahan dalam kehidupan. Dengan memahami dan menunaikan zakat sesuai tuntunan syariat, umat Islam dapat bersama-sama membangun kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.
09/01/2026 | Admin

BAZNAS TV