WhatsApp Icon

Tring! Tring! Tring! Infak Masuk, Gerakan Infak Goes To SchoolTerus Bergerak

11/09/2026  |  Penulis: Adm

Bagikan:URL telah tercopy
Tring! Tring! Tring! Infak Masuk, Gerakan Infak Goes To SchoolTerus Bergerak

Dokumen BAZNAS Subang

SUBANG — Tring!

Tring! Tring! Tring! Infak Masuk, Gerakan Kebaikan dari Sekolah Terus Bergerak

SUBANG — Tring!

 

Jumat 11/09 2026 pagi, sekitar pukul 08.19 WIB, notifikasi sistem BAZNAS Kabupaten Subang berbunyi.

Ternyata, ada kabar baik: setoran infak dari UPZ SDN Neglasari, Kecamatan Pabuaran, telah masuk dan tercatat dalam sistem.

Belum selesai rasa syukur terucap...

Tring! Tring! Tring!

Notifikasi kembali berbunyi. Satu per satu setoran infak dari sekolah terus masuk.

Sederhana memang. Hanya bunyi notifikasi.

Tetapi bagi BAZNAS Kabupaten Subang, setiap bunyi “tring” adalah tanda bahwa ada anak yang belajar berbagi, guru yang memberi teladan, orang tua yang percaya, dan sekolah yang ikut menghidupkan semangat sedekah serta kepedulian sosial.

 

Inilah semangat Program Infak Goes To School.

Program ini bukan sekadar mengajak siswa berinfak. Lebih jauh, BAZNAS Kabupaten Subang ingin membangun budaya berbagi sekaligus tata kelola infak sekolah yang aman, tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Salah satu penguatnya adalah pembentukan UPZ Sekolah melalui SK, sehingga sekolah memiliki kelembagaan yang jelas dalam mengelola aktivitas penghimpunan ZIS sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Bagian Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Subang, Ma'mun, S.IP., menjelaskan bahwa program ini dibangun dengan prinsip sederhana: aman syariah, aman regulasi dan aman dalam kerangka NKRI.

“Kita ingin sekolah merasa aman, orang tua merasa percaya, dan anak-anak belajar berbagi. Infak bukan hanya soal nominal, tetapi soal amanah. Karena itu, pengelolaannya harus tertib, transparan dan sesuai dengan peruntukan yang diikrarkan oleh pemberi,” ujar Ma'mun.

 

Menurutnya, keberadaan UPZ bukan untuk menabrak kebiasaan baik yang sudah tumbuh di sekolah.

Justru sebaliknya, BAZNAS hadir untuk menguatkan budaya tersebut.

Setiap sekolah memiliki kebutuhan dan tradisi yang berbeda. Infak yang selama ini tumbuh dari kesadaran warga sekolah tetap harus dihormati dan dikelola sesuai ketentuan serta amanah pemberinya.

Di sisi lain, gerakan ini juga dapat menjadi salah satu solusi sosial untuk membantu menjawab kebutuhan dunia pendidikan di Kabupaten Subang, seperti kebutuhan sarana, kegiatan sosial peserta didik dan berbagai kebutuhan kemaslahatan pendidikan lainnya, tanpa menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan.

 

Semangatnya adalah gotong royong dalam kebaikan.

Sebab pendidikan bukan hanya tentang angka di rapor.

Pendidikan juga tentang bagaimana seorang anak belajar berkata:

“Saya punya sedikit, tetapi saya mau berbagi.”

Mungkin hari ini hanya seribu rupiah.

Namun dari seribu rupiah itu tumbuh keikhlasan.

Dari keikhlasan tumbuh kepedulian.

Dari kepedulian tumbuh karakter.

Dan dari karakter anak-anak yang peduli, lahirlah generasi Subang yang kuat.

Karena itu, Infak Goes To School bukan sekadar program penghimpunan dana.

Ini adalah gerakan membangun kepercayaan, karakter dan kepedulian dari ruang-ruang kelas.

Dan kembali pada pagi itu...

Tring!

Ada infak masuk.

Tring! Tring!

Ada sekolah yang bergerak.

Tring! Tring! Tring!

Ada kebaikan yang terus berjalan.

 

Semoga setiap rupiah yang diinfakkan menjadi amal jariyah, keberkahan bagi pemberinya, manfaat bagi penerimanya, dan ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan Kabupaten Subang yang semakin baik.

Karena kebaikan tidak harus menunggu besar. Kadang, ia dimulai dari seribu rupiah dan sebuah bunyi sederhana:

“Tring!”

 

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Subang.

Lihat Daftar Rekening →