Berita Terbaru
BAZNAS Salurkan Dana ZIS Sesuai Prinsip 3A
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan penyaluran dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) disalurkan dengan menggunakan Prinsip 3A yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI. Dalam prinsip Syar`i, BAZNAS menyalurkan Zakat sesuai Asnaf atau golongan yang berhak menerima zakat, seperti fakir dan miskin.
Hal tersebut menanggapi banyaknya pertanyaan dari media terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kalau BAZNAS dasarnya kan mustahik, mustahik itu orang yang berhak mendapatkan dana dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), delapan asnaf itu, fakir miskin terutama sekali, ada juga fi sabilillah, gharim dan lainnya," kata Noor di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025).
Kiai Noor menyebutkan BAZNAS akan menerima jika sasarannya ialah fakir miskin, gharim (orang banyak utang yang tidak mungkin bisa mengembalikan), dan fi sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah misalnya lembaga pendidikan, guru, murid) namun perlu adanya verifikasi terlebih dahulu.
"Kalau memang sasarannya nanti kepada fakir miskin, gharim, fi sabilillah, dan lainnya, ya kita akan lakukan,” ujarnya.
Kiai Noor mengatakan, selama ini BAZNAS telah menyalurkan bantuan kepada asnaf zakat dalam bentuk berbagai program di antaranya Bank Makanan BAZNAS. Pihaknya menyampaikan, tanpa melihat adanya program Makan Bergizi Gratis, pihaknya sudah melakukan hal itu.
"Selama ini memang kita salurkan begitu, dalam berbagai program kami untuk asnaf zakat sasarannya itu, bahkan selalu kami sampaikan, siapa saja yang tidak bisa makan, datang ke BAZNAS, di mana saja pasti ada," katanya.
"Kalau itu untuk fakir miskin tidak masalah, karena fakir miskin kan ada di mana-mana, kan kita tidak bisa menolak, program Makan Bergizi Gratis kemudian di situ ada fakir miskin kemudian kita tolak, kita yang dosa," ucap Kiai Noor.
Kiai Noor juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas perhatian, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada BAZNAS.
Menurutnya, dukungan ini sangat berarti dalam mewujudkan visi dan misi BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua MPR RI yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyebut program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini sudah terencana dan dianggarkan pembiayaannya oleh negara.
"Prinsip makan bergizi gratis itu kan sudah mendapatkan pembiayaan dari negara, BAZNAS saya kira dari penjelasan Ketua BAZNAS tadi kalau itu dimungkinkan sesuai dengan asnaf, BAZNAS tidak keberatan, yakni mereka yang berhak seperti antara lain fakir miskin," kata Muzani.
Muzani juga menyampaikan, masyarakat ketika menitipkan zakat kepada BAZNAS sudah jelas kategori-kategori penerima manfaatnya yang masuk dalam delapan asnaf mustahik zakat tersebut. Maka menurutnya tidak bisa jika langsung mengambil dari dana zakat untuk program MBG.
BERITA17/01/2025 | Admin
BAZNAS RI Bersama MUI DKI Jakarta Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar Seminar Internasional bertajuk "Etika Berbeda Pendapat dalam Masalah Ilmu Agama", sebagai langkah strategis untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat dan meningkatkan kesadaran literasi zakat di Indonesia.
Kegiatan yang juga merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BAZNAS yang ke-24, turut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, Ketua MUI Jakarta KH. Muhammad Faiz, Ulama Hadis dan Ushul Fiqh terkemuka, Syaikh Prof. Dr. Muhyiddin Awwamah Al-Husaini, Plt. Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta H. Aceng Zaini, M.Si, dan peserta seminar internasional, di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif MUI DKI Jakarta yang menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan seminar ini.
“Kami sangat senang ketika MUI DKI hadir dan menyampaikan inisiatif untuk mengadakan acara di BAZNAS RI. Kami menyambut dengan sangat terbuka dan bahagia. Menurut kami, ini merupakan langkah positif dalam membangun kerja sama, khususnya dalam memperkuat literasi zakat di masyarakat,” ujar Achmad.
Achmad menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama antara BAZNAS RI dan MUI DKI Jakarta dalam mempromosikan nilai-nilai etika, memperkuat literasi zakat, dan mendorong pengembangan keilmuan Islam di Indonesia.
Achmad Sudrajat juga memaparkan rencana strategis BAZNAS untuk meningkatkan literasi zakat melalui program “Dai Zakat.” Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat dan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang transparan dan profesional.
“Program ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dari berbagai lapisan dan memperluas kesadaran zakat secara nasional,” ucapnya.
Lebih lanjut, Achmad juga memaparkan capaian terkini BAZNAS RI. “Tahun ini, BAZNAS RI berhasil menghimpun Rp1,14 triliun, dan secara nasional penghimpunan zakat dari seluruh BAZNAS dan LAZ di Indonesia mencapai Rp41 triliun. Namun, jumlah ini masih jauh dari potensi zakat nasional sebesar Rp300 triliun.”
Untuk menjawab tantangan tersebut, lanjut Achmad, BAZNAS RI mendirikan BAZNAS Institut dan tengah mempersiapkan 45 fundraiser dari seluruh Indonesia guna mengoptimalkan penghimpunan zakat.
Achmad turut menyoroti pengumpulan zakat di DKI Jakarta yang menurutnya masih jauh dari potensi zakat di Jakarta yang mencapai Rp30 triliun.
"Kami berharap MUI DKI Jakarta bisa menjadi mitra strategis BAZNAS BAZIS DKI Jakarta untuk memperluas dampak positif program zakat, serta literasi keagamaan," ujarnya.
Achmad berharap, seminar ini dapat menjadi tonggak penting dalam menciptakan harmoni pemikiran keagamaan dan memperkuat pengelolaan zakat sebagai solusi bagi berbagai permasalahan sosial di Indonesia.
“Mari kita bersama-sama mendorong literasi zakat dan membangun umat yang lebih berdaya,” tutup Achmad.
Ketua MUI Jakarta, KH. Muhammad Faiz, dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-24 untuk BAZNAS RI, yang dinilainya telah memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan zakat di Indonesia.
“MUI akan terus mendukung BAZNAS dalam memperkuat peran zakat dan kaderisasi ulama,” ungkapnya.
KH. Muhammad Faiz juga mengungkapkan rencana MUI Jakarta untuk membuka program pendidikan jangka pendek dalam enam bulan ke depan. Program ini akan fokus pada ilmu hadis, ushul fiqih, dan tasawuf untuk menjawab tantangan pemahaman keilmuan Islam.
“Kami ingin memperkuat sanad keilmuan ulama agar mereka memiliki kapabilitas yang diakui," ujarnya. Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS RI akan memperkuat kualitas pendidikan keislaman dan memberikan manfaat nyata bagi umat.
“Semoga melalui seminar ini, kita dapat menguatkan peran ulama dan pengelolaan zakat untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucapnya.
BERITA17/01/2025 | Admin
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, BAZNAS RI Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Sumbar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung penuh upaya yang dilakukan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Sumbar melakukan penguatan tentang konsep pemberdayaan dan membuat desain pemberdayaan bersama masyarakat penerima manfaat (mustahik) untuk seluruh wakil ketua II dan amil pelaksana dari 19 kabupaten/kota.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D menyampaikan, program pemberdayaan ekonomi yang diterapkan BAZNAS Provinsi Sumbar sangat menarik, namun satu hal yang perlu diperhatikan adalah wajib adanya para pendamping.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa yang sukses melakukan pemberdayaan ekonomi Z-Auto, ZMart, Z-Chicken, itu harus ada pendamping. Karena pendamping ini yang memberikan motivasi untuk terus berusaha, sebab biasanya orang kalau sudah gagal ingin cepat-cepat ganti usaha yang lain,” ujar Prof Nadra dalam Pengajian Selasa Pagi bertema Pembinaan Usaha Ultra Mikro BAZNAS Sumbar yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui BAZNAS TV, Selasa (14/1/2025).
Menurutnya, para pendamping selain memberikan motivasi kepada masyarakat peneriman manfaat, juga bisa memberikan arahan terkait pengelolaan keuangan usaha mikronya. Katanya, pengusaha yang gagal biasanya karena tidak memiliki pembukuan keuangan yang jelas.
“Karena biasanya kalau tidak ada pembukuan keuangan, modalnya akan dipakai. Jika diajarkan pembukuan keuangan, tidak akan dipakai itu modal usahanya. Jadi pendamping juga penting untuk mengajarkan bagaimana cara melakukan pembukuan keuangan,” ucap Prof Nadra.
Selain itu, lanjut Prof Nadra, kehadiran pendamping juga penting untuk mengajarkan cara memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Kreativitas para pendamping sangat diperlukan agar para penerima manfaat dapat memaksimalkan penjualan hasil produksinya.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumbar, Ir. H. Firdaus, M.Si., menyampaikan, BAZNAS Sumbar memberikan bimbingan teknis pemberdayaan terhadap wakil ketua II dan amil pelaksana di 19 kabupaten/kota dengan tujuan agar mereka dapat memberikan pelatihan di wilayahnya masing-masing.
“Sejak dua tahun lalu kami memberikan bimbingan teknis pemberdayaan ekonomi terhadap wakil ketua II yang membidangi pendistribusian dan amil pelaksana, sehingga diharapkan setelah pelatihan secara konseptual kawan-kawan di kabupaten/kota memahami bagaimana mendesain program pemberdayaan yang partisipatif atau melibatkan calon penerima manfaat,” paparnya.
Lebih lanjut, Firdaus menambahkan, BAZNAS Sumbar juga melakukan kerja sama dengan BAZNAS Padang Panjang untuk menyukseskan program pemberdayaan kelompok Z-Auto dengan 11 orang mustahik yang dibantu dengan total nilai bantuan Rp154.050.000.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dari bengkel-bengkel kecil yang ada di sepanjang jalan di Padang Panjang. Jadi kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah mereka memenuhi syarat sebelum diberikan bantuan,” katanya.
BERITA15/01/2025 | admin
BAZNAS Bersama Kemensos RI Bangun Kampung Nelayan Sejahtera di Kabupaten Indramayu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI membangun Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk 93 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana rob.
Dalam hal ini BAZNAS memberikan sejumlah bantuan berupa pembangunan Masjid Cahaya Zakat, pembangunan Balai Warga Serbaguna, pembangunan ZCorner Pusat Kuliner, Sentra kerajinan UMKM, juga pembangunan unit rumah melalui upah tukang, dengan total bantuan senilai Rp4,7 miliar dan masih akan terus bertambah.
Hal tersebut mengemuka dalam peninjauan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Mensos RI Saifullah Yusuf, yang dihadiri Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, di Indramayu, Selasa (14/1/2024).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, wilayah pesisir di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, sering terdampak banjir rob yang mengancam hunian dan mata pencaharian masyarakat nelayan.
“BAZNAS akan berperan serta dalam pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu. Insya Allah kita akan membangun masjid senilai Rp2,1 miliar. Jadi nanti masjidnya di atas berdampingan dengan UMKM di bawah,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menambahkan, BAZNAS juga akan memberikan bantuan berupa Rumah Layak Huni BAZNAS sebesar Rp1,9 miliar yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan membantu UMKM sebesar Rp684 juta. Ia memastikan bantuan tersebut hanya diberikan kepada mustahik.
“Insya Allah bantuan total sementara dari BAZNAS itu sebesar Rp4,7 miliar yang nanti akan berkembang. Tadi kami mendengar bangunan seperti ini tidak hanya di sini tapi di tempat lain, jadi insya Allah BAZNAS akan selalu bersama Kementerian Sosial untuk memperhatikan nasib para mustahik,” ucap Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, kolaborasi BAZNAS RI bersama Kemensos merupakan bukti nyata bahwa kerja-kerja kebaikan akan lebih efektif jika dijalankan bersama-sama.
“Kami berharap, program ini dapat menjadi contoh sukses yang akan diikuti oleh wilayah-wilayah lain di Indonesia. Tentu harapan yang utama kami juga nantinya banyak mustahik-mustahik yang menjadi muzaki,” harapnya.
Sementara itu, Mensos RI Saifullah Yusuf menyatakan, Kampung Nelayan Sejahtera akan menyediakan 93 rumah dengan tipe 36 serta berbagai fasilitas umum, seperti balai warga, sarana olahraga, taman ramah anak, dan sentra UMKM.
“Kami mengadakan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga, dengan fokus pada pengolahan ikan, seperti kerupuk ikan, baksos, dan dimsum. Pemberdayaan ini diharapkan dapat menopang perekonomian jangka panjang masyarakat setempat,” kata Mensos.
Saifullah berharap, Kampung Nelayan Sejahtera dapat memberi kehidupan yang lebih baik bagi para nelayan yang terdampak rob. Pembangunan ini merupakan kerja sama antara Kemensos, Pemerintah Kabupaten Indramayu, BAZNAS, dan Habitat for Humanity, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI, kepada Bupati Indramayu, yang cekatan untuk menerima ajakan Kementerian Sosial. Beliau-beliau ini tanpa menolak, justru malah ingin kerja bersama, kerja bareng, kerja keroyokan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina menyampaikan apresiasi adanya program Kampung Nelayan Sejahtera sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat yang akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemandirian warga.
“Rencana pembangunan ini diharapkan dapat diselesaikan di akhir bulan Januari 2025. Tentu untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, perlu diberikan bantuan berupa pelatihan serta modal usaha. Hal ini diharapkan dapat menyangga ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” harap Nina.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, Sekjen Kemensos Robben Rico, beserta jajaran.
BERITA14/01/2025 | admin
BAZNAS RI Umumkan 10 Peserta Terbaik Boothcamp Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji Dan Umrah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi menutup kegiatan Boothcamp santripreneur Kompetisi Digital Marketing Travel Haji dan Umrah, serta mengumumkan 10 peserta terbaik kompetisi tersebut, yang diselenggarkan di Yayasan Pesantren Bina Cendekia, Jakarta, Jumat (10/1/2024).
Tiga peserta terbaik Boothcamp Santripreneur Kompetisi Digital Marketing Haji dan Umrah diraih oleh Asriafi Ath Tha’ariq dari Pesantren Nurul Falah Lumajang, Akiya Qidam Hayya dari Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo, dan Ridwan Hidayat dari Pesantren Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya. Para peserta juga mendapatkan bantuan modal usaha, pelatihan dan pendampingan dengan total bantuan keseluruhan senilai Rp326.000.000.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, Boothcamp Santripreneur merupakan upaya BAZNAS dalam mendampingi para penerima manfaat (mustahik) menjadi muzaki.
“Seluruh upaya yang dilakukan oleh BAZNAS itu adalah bagian dari mendampingi teman-teman semua menuju ke arah maqom (kedudukan) muzaki,” ujar Saidah.
Menurut Saidah, sejumlah upaya dilakukan BAZNAS melalui Boothcamp Santripreneur untuk meningkatkan capacity building seperti knowledge, attitude, hingga soft skill sehingga menjadi modal penting untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Setelah diajarkan, modal ini mau diapakan? Langsung mulai saja. Jadi nanti tim dari BAZNAS terutama tim Santripreneur akan memonitor teman-teman semua, bukan saja memberikan kapasitas knowledge dan skills, tapi juga modal,” ucap Saidah.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pesantren Bina Cendekia, Drs. KH. Nur Syamsudin, MA., berharap para santri yang menjadi peserta terbaik Boothcamp Santripreneur BAZNAS RI dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dalam pelatihan selama lima hari tersebut.
“Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai dia mengubahnya sendiri. Jadi kalau bukan kita yang mengubah bisnis kita sendiri agar menjadi lebih baik, siapa lagi? Itulah pentingnya sebuah pelatihan agar bisa mencapai apa yang kita harapkan,” katanya.
Sebelumnya, program ini telah melibatkan 50 penerima manfaat, yang merupakan santri dan lulusan pondok pesantren dari berbagai daerah. Selama 5 hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pelatihan intensif tentang digital marketing di bidang wisata halal, khususnya travel haji dan umroh.
Berikut ini 10 peserta terbaik Boothcamp Santripreneur BAZNAS RI:
1. Asriafi Ath Tha'ariq dari Pesantren Nurul Falah Kabupaten Lumajang
2. Akiya Qidam Hayya dari Pesantren Al-Islam Joresan Ponorogo
3. Ridwan Hidayat dari Ponpes Shuffah Al Jama'ah Tasikmalaya
4. Faiz Alban dari Pondok Pesantren Miftahul Huda
5. Asep Syahrul Muharom dari Pesantren Miftahul Majid Almusri'
6. Muhammad Rafli dari Pesantren Darul Amien
7. Sri Wulan Wahyuni dari Pondok Pesatren Darul Huffadz Al Matin Sukabumi
8. Ahmad Ansori dari Pondok Pesantren Nurul Iman Sekincau
9. Dwi Akhmad Fauzan Saefudin dari Pondok Modern Darussalam Gontor
10. Fattah Bima Maulana dari Pondok Pesantren Sabilillah Lidah Wetan Lakarsantri Surabaya
BERITA11/01/2025 | Admin
BAZNAS RI Luncurkan Gerakan Cinta Disabilitas di Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Gerakan Cinta Disabilitas di Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh (RQI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/1/2025).
Gerakan ini turut diikuti dengan penyaluran Beasiswa Khusus Disabilitas kepada Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh. Sebanyak 60 santri Rumah Qur'an Isyaroh turut berpartisipasi dalam acara, termasuk beberapa dari luar Bandung seperti Bogor.
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus BAZNAS, yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), dan komunitas adat.
"Bersama-sama BAZNAS seluruh Indonesia, dari Rumah Qur'an Isyaroh ini kami luncurkan Gerakan Cinta Disabilitas," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Kiai Noor menegaskan, inisiatif ini merupakan wujud nyata perhatian dan keberpihakan BAZNAS terhadap kelompok disabilitas.
“Program ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana seluruh generasi bangsa Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang sama dan berkualitas, termasuk kelompok penyandang disabilitas,” tambahnya.
Lebih lanjut Kiai Noor mengatakan, "Melalui Gerakan Cinta Disabilitas, kami berharap para penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan yang layak, termasuk pendidikan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan dapat menjadi bagian dari perubahan besar yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.”
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Kiai Noor menekankan, pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih merata bagi kelompok ini.
"Pendidikan adalah kunci utama pemberdayaan. Melalui beasiswa ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk meraih potensi terbaik mereka," kata Kiai Noor.
Menurutnya, dengan meningkatkan akses mereka ke pendidikan berkualitas, BAZNAS dapat memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan yang kerap dialami kelompok disabilitas.
Selain itu, lanjut Kiai Noor, BAZNAS juga berkomitmen meningkatkan fasilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas, termasuk di Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh.
"Program ini diharapkan dapat memperluas dampak positif bagi komunitas disabilitas di Indonesia, sejalan dengan misi BAZNAS untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan," kata Kiai Noor.
Kiai Noor turut mengapresiasi dedikasi Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh dalam mendidik santri penyandang disabilitas tuli. “Tidak mudah mendidik anak-anak tuna rungu sehingga mampu membaca Al-Qur'an dengan bahasa isyarat,” ucap Kiai Noor.
“Semoga melalui program ini menjadi berkah untuk kita semua. Dan Apa yang telah dilakukan Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh merupakan bentuk jihad fisabilillah yang sesungguhnya. Kami akan terus mendampingi dan memberikan semangat bagi para santri dan pengajar,” lanjutnya.
Kiai Noor juga berharap, Gerakan Cinta Disabilitas ini dapat menjadi gerakan nasional yang menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok maginal, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
“Insya Allah, sekuat tenaga BAZNAS akan terus membersamai dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh, Siti Umaya, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan BAZNAS.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan hadirnya program beasiswa ini. Selain membantu anak-anak kami belajar, program ini juga memberikan motivasi besar bagi kami untuk terus mendampingi mereka,” ujar Siti.
Siti berharap, program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok disabilitas.
“Semoga ikatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si; Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri; Ketua BAZNAS Kota Bandung, Dr. Akhmad Roziqin, M.Ag.; Wakil Ketua 2 BAZNAS Kota Bandung, Irfan Farid Taufik, Lc., M.A., Ph.D; serta Wakil Ketua 4 BAZNAS Kota Bandung, Arif Ramdani, Lc., M.H.
BERITA11/01/2025 | Admin
Resmikan Rumah Layak Huni Di Purwadadi, Ketua BAZNAS Kab. Subang : Jangan Lupa Doakan Mereka Yang Berzakat Dan Berinfak
Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Subang melakukan perbaikan 2 rumah tidak layak yang tersebar di 2 wilayah, Kecamatan Ciasem dan Kecamatan Purwadadi.
Salah satunya rumah milik Santa di Desa Blendung Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang. Rumahnya yang hanya terbuat dari bilik dan papan kini sudah selesai diperbaiki.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada BAZNAS yang telah memperbaiki rumah saya, sekarang sudah nyaman untuk ditempati bersama keluarga," ujarnya.
Hadir pada acara peresmian Pimpinan BAZNAS Kabupaten Subang, Camat Kecamatan Purwadadi, Polsek Purwadadi, Koramil Purwadadi, UPZ Kecamatan Purwadadi, Sekdes Blendung dan jajarannya serta masyarakat sekitar.
Sekdes Blendung mewakili Kepala Desa mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak BAZNAS Kabupaten Subang yang telah membangun rumah layak huni untuk warga kami yang sudah mencapai 100%.
Selanjutnya, Camat Kecamatan Purwadadi Andri Darmawan, S.STP, MM mengapresiasi BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Subang yang sudah memilih wilayah Purwadadi sebagai salah satu penerima manfaat bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS Jawa Barat Tahun 2024.
"Tentunya kami atas nama pemerintah kecamatan Purwadadi patut bersyukur, Alhamdulillah warga kami atas nama Bapak Santa bisa menempati rumah yang nyaman." Tambahnya
Andri Darmawan pun tidak lupa mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya (ZIS) melalui BAZNAS Kabupaten Subang karena manfaatnya sangat dirasakan. Tentunya kami mendorong Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Purwadadi untuk lebih semangat dalam melakukan pengumpulan ZIS terutama bisa masuk ke perusahaan atau pabrik yang ada di Purwadadi.
Kemudian Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. Musyfiq Amrullah, Lc, M.Si meresmikan rumah layak huni milik Santa dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim dan prosesi gunting pita serta penyerahan kunci. H. Musyfiq Amrullah berpesan kepada Santa untuk sesantiasa mendoakan orang-orang yang berzakat dan berinfak karena mereka juga ingin apa yang diberikan bisa bermanfaat.
"Supaya bisa menjembatani mereka dan menyelamatkan mereka di akherat." Ujarnya
Semoga dengan adanya bantuan rumah layak huni ini dapat membantu para mustahik akan kebutuhan dasar tempat tinggal layak yang aman dan nyaman.
BERITA09/01/2025 | admin
BAZNAS dan Dinas Sosial Kabupaten Subang Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Iteng Sukarya, S.Pd.I melaporkan bahwa BAZNAS Kabupaten Subang telah mendsitribukan bantuan logistik berupa makanan, air minum, dan kebutuhan pokok lainnya dengan total anggaran Rp. 18.400.000 untuk korban angin puting beliung yang melanda wilayah kecamatan Compreng, Cipunagara dan Pusakajaya pada Rabu (08/01).
"Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban mereka dan bisa bermanfaat khususnya untuk keluarga korban angin puting beliung." Ujar Iteng Sukarya
Iteng Sukarya mengucapkan terima kasih untuk para muzaki dan munfik yang telah berzakat dan berinfak melalui BAZNAS Kabupaten Subang sehingga manfaatnya dapat disalurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Kemudian, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Asep Iwan Herliawanto, S.H.I. ikut turun ke lokasi bencana angin puting beliaung didampingi oleh Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Asep Alamsyah Heridinata, SE, Kabag Pengumpulan Yanto Sugianto dan Kabag SDM, Administrasi & Umum (SAU) Agus Ramdhan Syafaat.
"Alhamdulillah, awal tahun sekarang kita bisa salurkan titipan Muzaki melalui program-program yang langsung dirasakan Mustahik seperti kebutuhan sembako untuk warga terdampak angin puting beliung." Kata Asep Iwan
Asep Iwan berharap kedepan para Aghniya atau masyarakat bisa lebih percaya untuk menitipkan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Subang karena manfaatnya dapat langsung dan cepat dirasakan seperti membantu saudara-saudara kita yang terdampak musibah dan bisa membangunkan rumah layak huni bagi keluarga pra sejahtera.
Saat turun ke lokasi, Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Asep Alamsyah Heridinata, SE menyampaikan bahwa ada 92 rumah yang terdampak dari tiga titik yang berbeda. pertama di Desa Parigi Mulya Kecamatan Cipunagara, Kedua di Desa Kalensari Kecamatan Compreng dan Ketiga di Desa Cigugur Kecamatan Pusakajaya.
"Dilokasi kami melihat langsung kondisi rumah yang rusak ringan, sedang dan berat." Ujar H. Asep Alamsyah
H. Asep Alamsyah mengatakan bantuan disalurkan melalui posko bencana yang ada di desanya masing-masing. kemudian bantuan akan diberikan langsung oleh pemerintah desa melalui RT atau RW ke keluarga terdampak angin puting beliaung. Alhamdulillah, kami didampingi langsung oleh Dinas Sosial Kabupaten Subang yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Linjamsos Deni Wiryanto, S.An, M.AP dan Penyuluh Sosial Ahli Muda Kebencanaan H. Nana Ginanjar, SE, M.AP
Terpisah, Kepala Desa Parigi, Kepala Desa Kalensari dan Kepala Desa Cigugur menghaturkan rasa terima kasih kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang yang telah peduli kepada masyarakat terdampak angin puting beliung. Semoga bantuan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga kami.
BERITA09/01/2025 | admin
BAZNAS Kabupaten Subang Resmikan Rumah Layak Huni Di Ciasem Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang meresmikan rumah layak huni bagi warga kurang mampu di desa Ciasem Tengah Kecamatan Ciasem. Peresmian ini merupakan wujud komitmen BAZNAS untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Rumah layak huni ini dibangun melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS Jawa Barat Tahun 2024 yang ditargetkan untuk membantu keluarga Bapak Mustopa. Fasilitas yang disediakan meliputi fasilitas dasar seperti air bersih, listrik dan sanitasi dengan ukuran rumah 5x7 meter.
Kepala Desa Ciasem Tengah Mista Rangun mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Barat dan BAZNAS Kabupaten Subang yang telah membantu warganya mendapatkan bantuan rumah layak huni.
Senada dengan Kepala Desa Ciasem Tengah, Sekretaris Kecamatan Ciasem Andril menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Barat melalui BAZNAS Kabupaten Subang yang telah merenovasi rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni untuk Bapak Mustopa.
"Mudah-mudahan diawal tahun 2025 ini banyak rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni." Ujar Andril
Kami berharap, banyak warga masyarakat Ciasem dapat hidup layak tentunya dari rumah layak huni. Kami pemerintah kecamatan Ciasem berterima kasih sebanyak-banyaknya dan apresiasi setinggi-tingginya untuk BAZNAS Kabupaten Subang.
Kemudian sebelum meresmikan, Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. Musyfiq Amrullah, Lc, M.Si menyampaikan informasi bahwa program rumah layak huni ini bisa dibangun karena peran muzaki dan munfik yang menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas Provinsi Jawa Barat ataupun BAZNAS Kabupaten Subang.
"Kami hanya diberikan amanah oleh orang-orang yang berzakat dan berinfak lalu disalurkan kepada penerima manfaat atau mustahik." Tambahannya
Maka untuk itu kami berpesan kepada Bapak Mustopa dan keluarga agar mendoakan orang-orang yang berzakat dengan tulus sehingga dapat menentramkan hati mereka.
"Jangan lupa Pak Mustopa, rumahnya untuk diisi dengan membaca Al-Qur'an." Ujar H. Musyfiq Amrullah
Diakhir, H. Musyfiq Amrullah mengajak kepada semua warga masyarakat yang hadir untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Subang atau bisa melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Ciasem.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rumah Layak Huni BAZNAS Jawa Barat Tahun 2024 untuk Bapak Mustopa dengan resmi dibuka." Ujar H. Musyfiq Amrullah pada saat meresmikan.
Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua II sekaligus PIC Program RLHB Iteng Sukarya, S.Pd.I, Wakil Ketua III Rokib Elfariz, S.Ag, Wakil Ketua IV Drs. H. Mughni Ismail serta jajaran BAZNAS Kabupaten Subang, Sekretaris Kecamatan Ciasem, Kepala Desa Ciasem Tengah, Kapolsek Ciasem, Koramil Ciasem, Pengurus Lingkungan dan Masyarakat setempat.
BERITA08/01/2025 | Admin
BAZNAS RI Latih Santri Jadi Pelaku Digital Marketing Sektor Travel Haji dan Umrah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar pelatihan Bootchamp Santripreneur di bidang digital marketing travel haji dan umrah, yang diselenggarakan di Jakarta, pada Senin (6/1/2025).
Pelatihan ini merupakan upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik pada lingkup santri dan alumni pondok pesantren di sektor wisata halal, khususnya haji dan umrah. Pelatihan sekaligus kompetisi ini melibatkan 50 peserta terpilih yang terdiri atas santri tingkat akhir dan alumni pondok pesantren dari seluruh Indonesia yang telah lolos seleksi ketat.
Turut hadir dalam pembukaan pelatihan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Ketua Pembina Yayasan Pesantren Bina Cendekia Drs. KH Nur Syamsudin MA.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya peran santri dalam mendukung pertumbuhan sektor wisata halal.
“Santri memiliki keunggulan spiritual dan dedikasi tinggi yang menjadi nilai tambah dalam pengelolaan travel haji dan umrah,” ujar Saidah.
Lanjut Saidah, dalam pelatihan yang berlangsung selama lima hari pada 6-10 Januari 2025, para peserta akan dibekali keterampilan digital marketing seperti Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Content Marketing, Social Media Marketing, Influencer Marketing, Email Marketing, hingga E-commerce Integration.
"Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan santri dalam pemasaran digital, sehingga mereka dapat memanfaatkan peluang besar di sektor perjalanan haji dan umrah," ucap Saidah.
Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam memajukan kesejahteraan umat melalui pemberdayaan ekonomi pesantren.
Saidah mengungkapkan, dengan populasi Muslim Indonesia yang mencapai 87 persen, animo masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah akan terus meningkat setiap tahun.
"Kami ingin memastikan santri dapat mengambil peran strategis di sektor ini, dengan memanfaatkan keterampilan digital marketing untuk memperkuat layanan mereka,” kata Saidah.
Saidah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah terpilih dalam program ini. “Selamat kepada 50 peserta terbaik. Ini adalah langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah. Dengan mengikuti pelatihan ini, kalian tidak hanya akan mendapatkan ilmu, tetapi juga kesempatan untuk membawa keberkahan bagi umat,” ucap Saidah.
Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si. menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya strategis BAZNAS untuk mencetak generasi santri yang tangguh dan mandiri.
"Entrepreneurship sangat penting bagi santri. Dengan akses, bimbingan, serta keterampilan yang memadai, mereka mampu menjadi penggerak perekonomian umat," ujar Imdadun.
Ia juga menambahkan, potensi besar sektor travel haji dan umrah, seiring meningkatnya minat masyarakat Muslim Indonesia, menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh para santri.
Sejak diluncurkan tahun 2022, lanjut Imdadun, hingga kini program BAZNAS Santripreneur telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1.000 santri di 26 provinsi.
Menurutnya, pelatihan program BAZNAS Santripreneur ini berpotensi besar meningkatkan pendapatan bagi peserta yang merupakan para pelaku usaha dari kalangan santri dan lulusan pondok pesantren, khususnya di bidang travel wisata halal yang mengikutinya.
Imdadun menyampaikan, program ini tidak hanya berfokus pada keterampilan ekonomi, tetapi juga membawa misi besar dalam memperkuat syiar zakat di masyarakat. Dengan mencetak santri yang mandiri secara ekonomi, BAZNAS berharap dapat mengubah para santri dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki).
"Inilah esensi dari pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, yaitu menciptakan individu yang mandiri, berdaya, dan membawa manfaat bagi umat," jelas Imdadun.
"Kami yakin pelatihan ini akan memberikan hasil yang lebih baik lagi, sekaligus menciptakan peluang usaha baru di sektor wisata halal," tambahnya.
BERITA07/01/2025 | Admin
Dorong Tata Kelola Zakat yang Baik, BAZNAS RI Tekankan Pentingnya Standar Operasional Prosedur
Pimpinan BAZNAS RI Prof. (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam sebuah lembaga, untuk mencapai tata kelola zakat nasional yang baik.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Fundraising Development Program di BAZNAS Institute, Jakarta, pada Kamis (2/1/2025).
“Standardisasi itu penting bagi suatu organisasi, baik kecil atau besar yang berfungsi sebagai pedoman dan landasan hukum yaitu pedoman untuk mengantisipasi situasi atau keadaan yang tidak terduga sekaligus sebagai acuan melaksanakan pekerjaan,” ujar Prof Zainulbahar di Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Menurut Zainurbahar, ada lima manfaat pentingnya membuat standardisasi. Pertama, sebagai panduan kerja yakni untuk memudahkan aktivitas operasional karena berisikan tahapan melakukan pekerjaan sehingga pekerjaan akan menjadi terarah dan karyawan dapat bekerja dengan optimal.
Kedua, sebagai dasar hukum yakni berkaitan dengan hak dan tanggung jawab masing-masing pihak serta berisikan kebijakan berkaitan dengan hukuman yang didapat apabila ada pihak yang melanggar.
Ketiga, menjadi pedoman yang tidak hanya berisikan prosedur perusahaan, namun juga semua kemungkinan terjadinya masalah atau hambatan saat melakukan pekerjaan.
Keempat, sebagai pedoman disiplin kerja sehingga aturan yang ada perlu diikuti oleh semua pihak dan juga berisikan konsekuensi jika ditemukan pelanggaran, sehingga menciptakan disiplin dalam pekerjaan.
Kelima, meningkatkan reputasi. SOP menjadi salah satu ciri keseriusan organisasi dalam menjalankan bisnis dan meningkatkan reputasi ketika organisasi dipandang mampu menjalankan aturan dengan baik.
Karenanya menurut Zainurbahar, penting bagi lembaga seperti BAZNAS memiliki SOP yang berlaku. Karena jika tidak memenuhi SOP semua yang dilakukan tidak akan berstandar dan tidak akan bisa diukur dengan standar yang berlaku.
“Kalau tidak ada standar tata kelola BAZNAS dan tata kelola perzakatan nasional kita bisa-bisa akan melenceng,” tegas Zainulbahar.
“Karena itu pentingnya kita memiliki dan mematuhi SOP yang berlaku. Selain memudahkan kita dalam bekerja, juga menjadikannya lebih efektif, komunikatif, terstandar, dan bertanggung jawab,” kata dia.
Menurut Zainurbahar, Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Islam, sehingga keberadaan lembaga zakat seperti BAZNAS sangat dibutuhkan. Berzakat bagi umat Islam adalah sebuah kewajiban untuk memberikan sebagian dari harta mereka kepada yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, yatim piatu, dan golongan yang membutuhkan.
Bahkan di negara-negara lain, lanjut Zainurbahar, belum memiliki lembaga yang khusus menangani masalah zakat. Karena itu, besar harapannya agar BAZNAS hadir sebagai solusi dalam memecahkan masalah dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
“Pengumpulan zakat bertujuan untuk memecahkan masalah dan pengentasan kemiskinan, itu rangkaian kecil yang kita akan upayakan untuk bisa mencapai tujuan tersebut,” ungkapnya.
BERITA06/01/2025 | Admin
Peletakan Batu Pertama Rumah Layak Huni: Sinergi BAZNAS Siak dan UPZ Polres Siak untuk Masyarakat
Siak, BAZNAS Kabupaten Siak bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Polres Siak kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program pembangunan rumah layak huni. Kegiatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama di Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, untuk rumah Muhammad Aldy Fadillah, salah satu warga yang menjadi penerima manfaat program tersebut. Kamis, 02/01/2025.
Acara ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Siak, H. Samparis bin Tatan, S.Pd.I, beserta jajaran pimpinan BAZNAS Siak. Turut hadir Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi, S.I.K, M.S.I, Wakapolres Siak, jajaran Polsek Siak, Camat Siak, Penghulu Kampung Rawang Air Putih, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Program rumah layak huni ini merupakan program Siak Peduli BAZNAS Kabupaten Siak yang bekerjasama dengan UPZ Polres Siak.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Siak, H. Samparis bin Tatan, menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya sinergi antara BAZNAS Siak dan UPZ Polres Siak, " Program kerjasama Baznas Siak dan UPZ Polres Siak membangun rumah layak huni dimulai tahun 2022 yang menerima saat itu Asnidar dari kampung jawa dengan tipe rumah 36 anggaran 65 juta, kedua penerima manfaat hamidah tahun 2023 kelurahan sungai mempura kecamatan mempura dengan anggaran rumah layak huni 73 juta, ketiga penerima manfaat pardi kampung BUANTAN Besar kecamatan Siak dengan anggaran saat itu naik 77 juta,ke empat kelurahan sungai mempura rismanisa dengan anggaran 78 juta.inilah yang kelima kita lakukan program layak huni di kampung Rawang Air Putih kepada penerima manfaat M Aldy Fadilah dengan anggaran 78 juta dengan tipe rumah 36. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat," ujarnya.
Kapolres Siak, AKBP Asep Sujarwadi, S.I.K, M.S.I, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif program ini. " kami dari jajaran polres Siak mengucapkan terima kasih kepada Basnas. Kabupaten Siak yang telah mengelola zakat dari anggota polres dengan baikPolres Siak mengakui,bahwa baru satu satunya di indonesia pihak kepolisian yang menjalin mitra bersama BAZNAS dan Pemerintah dalam membantu masyarakat Miskin. Kami sangat mendukung penuh kegiatan seperti ini karena memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Semoga rumah ini menjadi tempat tinggal yang nyaman dan berkah bagi keluarga Pak Aldy," katanya.
Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Siak dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Kehadiran para tokoh masyarakat dan warga setempat menambah kekhidmatan acara, yang diwarnai dengan doa bersama agar pembangunan rumah dapat berjalan lancar.
Muhammad Aldy Fadillah, penerima manfaat, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu atas bantuan ini. Semoga Allah membalas kebaikan semua pihak yang terlibat," ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan, program pembangunan rumah layak huni ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
BERITA03/01/2025 | admin
BAZNAS RI dan KHCC Yordania Kerja Sama Penyaluran Bantuan Rp2 Miliar untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan King Hussein Cancer Center (KHCC) Yordania untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp2 miliar bagi masyarakat Palestina di Yordania.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari BAZNAS International Forum (BIF) pada November lalu. Adapun infak kemanusiaan Rp2 miliar tersebut berasal dari mitra BAZNAS, beberapa di antaranya yakni Tempo Scan Group, Tokopedia, PT Adev Natural Indonesia, Kitabisa, LAZ IZI, DT Peduli, LAZ Rabbani, LAZ Syarikat Islam, hingga Jamkrindo Syariah.
Penandatangan MoU tersebut diselenggarakan di Amman, Yordania, yang dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Head Local Corporate KHCC Yordania, Madeleine El Sallag.
"Kerja sama dengan KHCC Yordania sebesar Rp2 miliar dilakukan selama 3 tahun, dikhususkan untuk membantu pasien dari Gaza yang berada di Rumah Sakit KHCC Yordania," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., di Amman, Senin (30/12/2024).
Menurut Rizaludin, KHCC sebagai rumah sakit di bawah yayasan kerajaan Yordania sangat bagus dalam membantu para pasien dan keluarganya yang berasal dari Gaza.
"Hanya saja, mereka juga memerlukan partisipasi pendanaan dari seluruh donatur, termasuk Indonesia. Maka sebagian dana bantuan untuk Gaza dari masyarakat Indonesia kita akan titipkan di KHCC ini," ucap Rizaludin.
Menurutnya, kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk mendukung masyarakat Palestina. Rizaludin berharap, kerja sama ini dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan untuk kesejahteraan masyarakat Palestina.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama para donatur yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Palestina, dan telah mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Head Local Corporate KHCC Yordania, Madeleine El Sallag menyambut baik kerja sama penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina dengan BAZNAS.
Madeleine menjelaskan, selama ini KHCC telah menangani pasien dan keluarganya asal Gaza, Palestina sebanyak 300 orang yang mayoritas merupakan penderita kanker.
"Kami membawa para pasien dan keluarganya ini dari Gaza atas bantuan militer dan kerajaan Yordania. Kami membuka para donatur, khususnya BAZNAS Indonesia untuk kerja sama menangani pasien dari Gaza ini," katanya.
Pada kesempatan yang sama BAZNAS menyalurkan bantuan alat tulis, mainan dan uang saku untuk para pasien dan keluarha pasien dari Gaza sebanyak 114 paket. Paket diterima oleh pasien dan keluarganya didampingi dari pihak KBRI Yordania Alamsyah (minister counsellor), Muhammad Hartantyo (first secretary) dan tim KHCC.
BERITA02/01/2025 | admin
BAZNAS RI Bantu Pasien Anak dan Keluarga Gaza di RS KHCC Yordania
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan untuk anak-anak dan keluarga Gaza, Palestina penyintas kanker yang berada di Rumah Sakit King Hussien Cancer Center (KHCC) di Yordania.
Bantuan yang disalurkan sebanyak 114 paket tersebut berupa paket alat tulis, mainan, serta uang saku. Sebelumnya, BAZNAS RI dan KHCC juga telah melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama penyaluran bantuan untuk masyarakat Palestina sebesar Rp2 miliar yang akan disalurkan secara bertahap.
Turut hadir melakukan penyaluran bantuan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Perwakilan KBRI Yordania Alamsyah (Minister Counsellor). Penyaluran paket juga dibantu oleh 12 mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS, Minggu (29/12/2024).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM., mengaku terharu bisa menyalurkan bantuan untuk para pasien dari Gaza, khususnya pasien anak-anak yang menderita kanker.
"Kami berharap bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak yang menderita kanker yang saat ini berada di rumah sakit," ujar Rizaludin di Rumah Sakit King Husen Cancer Center (KHCC) di Yordania.
Rizaludin mengucapkan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania yang telah membantu mendampingi penyaluran bantuan kepada anak-anak Palestina penyintas kanker.
"Terima kasih juga pada KBRI Yordania yang sudah mendampingi penyaluran ini yaitu Bapak Dubes RI untuk Yordania, dalam hal ini diwakili oleh Alamsyah selaku Minister Counsellor, Muhammad Hartantyo selaku First Secretary), dan Achmad Gunawan selaku staf Fungsi Politik," ucap Rizaludin.
Sementara itu, perwakilan KBRI Yordania Alamsyah mewakili Dubes RI untuk Yordania menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS RI yang telah memberikan bantuan untuk anak-anak Palestina penyintas kanker di Yordania.
"Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang luas dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anak Palestina penyintas kanker di Yordania," katanya.
Alamsyah juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah membantu masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.
BERITA02/01/2025 | admin
BAZNAS RI Bangun Tiga Jembatan di Desa Ciemas Pascabencana di Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membangun tiga jembatan yang terputus akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Ketiga jembatan yang berhasil dibangun oleh Tim BTB ini berada di Kampung Ciemas, di RT 04, dan di Kampung Lewuidadap, Sukabumi. Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terdampak bencana dalam menjalankan aktivitasnya.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/12/2024), Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA mengatakan, pembangunan tiga jembatan ini merupakan inisiasi BAZNAS guna memulihkan aksesibilitas dan sebagai langkah pemulihan bagi masyarakat terdampak.
"BAZNAS merespons cepat dengan membangun tiga jembatan yang bertujuan menjadi penghubung bagi aktivitas warga sekitar," kata Saidah Sakwan dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Saidah, banjir dan longsor di wilayah Sukabumi yang terjadi beberapa hari lalu telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan yang mengisolasi beberapa desa.
Mengetahui hal tersebut, BAZNAS merespons dengan cepat menurunkan tim BTB ke lapangan untuk mengetahui kerusakan dan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.
"Kami secepat mungkin menurunkan tim BTB dan telah membangun tiga jembatan ini untuk memastikan bahwa masyarakat dapat beraktivitas kembali,” tutur Saidah.
Dia mengatakan, hingga saat ini Tim BTB masih membersamai para penyintas kejadian banjir, longsor, dan tanah bergerak di wilayah Kabupaten Sukabumi.
"Selain membangun tiga jembatan, Tim BTB juga telah melakukan beberapa kegiatan tanggap darurat lainnya seperti asesmen kebutuhan mendesak warga terdampak," ujar Saidah.
Saidah berharap, dengan adanya tiga jembatan ini, kehidupan masyarakat sekitar bisa kembali normal seperti semula.
Sebab menurut Saidah, BAZNAS memiliki komitmen untuk terus mendampingi dan membantu masyarakat hingga situasi benar-benar membaik.
"Semoga jembatan yang dibangun dapat menjadi penghubung kembali aktivitas warga yang terputus akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu," ucapnya.
BERITA02/01/2025 | admin
Subhan Cholid Resmi Menjadi Sestama BAZNAS RI, Gantikan Muchlis Hanafi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar acara Pisah Sambut Sekretaris Utama (Sestama) BAZNAS RI, di Gedung BAZNAS Matraman, Jakarta, pada Selasa (31/12/2024).
H. Subhan Cholid, Lc, MA., resmi mengemban jabatan Sestama BAZNAS RI, menggantikan Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc, MA. yang diberi amanah baru menjadi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Sebagai Sestama BAZNAS RI Periode 2022-2024, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc, MA. telah menorehkan berbagai capaian di antaranya perbaikan tata kelola BAZNAS, juga memperluas kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, mengapresiasi peran dan kontribusi Muchlis M Hanafi, yang telah menjalankan tugasnya dengan baik selama di BAZNAS, serta berhasil menorehkan banyak prestasi. Bersama Muchlis M Hanafi, program penguatan yang dicanangkan BAZNAS berada di jalur yang tepat.
Selain itu, Noor yakin, tongkat estafet akan mampu dijalankan dengan baik oleh Subhan Cholid, lantaran memiliki rekam jejak yang mumpuni dan sangat berkualitas.
"Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Muchlis Hanafi karena selama dua tahun satu bulan Pak Muchlis Hanafi telah mendampingi kita. Apa yang telah dilakukan Pak Muchlis Hanafi sangat berperan besar terhadap kemajuan tata kelola lembaga kita," kata Kiai Noor.
Kiai Noor mengatakan, penguatan BAZNAS secara kelembagaan yang sudah dibangun, diharapkan dapat diteruskan dengan baik. Sehingga, mampu menguatkan peran BAZNAS sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah secara nasional dan internasional.
"Apa yang sudah dilakukan mendorong perbaikan tata kelola di BAZNAS, memperluas kerja sama nasional dan internasional agar zakat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan global dan ekonomi," katanya.
Sementara itu, Muchlis M Hanafi bersyukur dengan segala pengalaman yang didapatnya selama mengabdi di BAZNAS RI. Menurut Muchlis, menjadi sekretaris utama BAZNAS tak hanya sekadar jabatan, namun juga merupakan panggilan kemanusiaan.
"Alhamdulillah, ini bukan hanya tentang serah terima jabatan namun menjadi refleksi dan juga keberlangsungan BAZNAS sebagai lembaga kebanggaan kita semua, tidak terasa dua tahun satu bulan berlalu dengan cepat sejak 4 November 2022 hingga 4 Desember 2024 saya merasakan bahwa amanah ini lebih dari sekadar jabatan, ini adalah panggilan kemanusiaan," kata Muchlis.
Sementara itu, Sestama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc, MA. optimistis mampu meneruskan kinerja luar biasa dari Muchlis. Menurut Subhan, dengan lingkungan BAZNAS yang baik dan memiliki pengalaman mumpuni, dia yakin BAZNAS yang usianya melebihi dua dekade ini sudah menjadi organisasi pembelajar yang sangat luar biasa.
"Kita bisa saling menguatkan, bersinergi, dan berkolaborasi. Mudah-mudahan kita bisa membawa BAZNAS ini menjadi lebih baik lagi. Di tengah pimpinan dan sahabat-sahabat yang hebat, mudah-mudahan saya bisa belajar banyak dan bersama teman-teman sekalian dan pimpinan ke depan ke arah yang lebih baik," ujarnya.
"Saya mohon bimbingan arahan dari bapak pimpinan dan juga teman-teman sekalian, agar saya bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis dan dimulai oleh para pendahulu. Saya berharap bisa menjadi pengganti yang baik dari pendahulu yang juga baik," ucap Subhan.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI, H Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof Ir H. M Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, PhD, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Keuangan dan Umum Kolonel Purnawirawan Nur Chamdani, serta Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta.
BERITA02/01/2025 | admin
Sepanjang 2024, BAZNAS RI Sukses Entaskan Kemiskinan 577 Ribu Jiwa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil mengentaskan kemiskinan sebanyak 577 ribu jiwa di Indonesia sepanjang tahun 2024 melalui sejumlah program yang digulirkan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., Ph.D, mengatakan pencapaian ini merupakan bukti bahwa BAZNAS telah berhasil membawa perubahan nyata bagi perekonomian masyarakat.
"Kinerja BAZNAS tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga program-program berbasis teknologi dalam rangka membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia," kata Prof Nadra dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi dengan Tema "Outlook Zakat 2025", yang disiarkan secara daring, Selasa (31/12/2024).
Prof Nadra mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil yang dilakukan BAZNAS dalam rangka mendorong mustahik menjadi muzaki.
"Kita telah melakukan berbagai program untuk membantu mustahik menjadi muzaki. Semoga tahun depan lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaat," ujar Prof Nadra.
Sementara itu, Kepala Divisi Inovasi dan Program Kreatif BAZNAS RI, Abdul Aziz Yahya Saoqi memaparkan kinerja yang dilakukan pengentasan kemiskinan nasional di tahun 2024.
Untuk kemiskinan ekstrem, pihaknya menyampaikan telah mengentaskan kurang lebih 321 ribu orang.
"Ini presentasenya cukup besar jika dibandingkan dengan garis-garis kemiskinan yang lain," kata dia.
Selain itu, BAZNAS juta telah menaikkan penghasilan mustahik untuk masuk ke standar minimum wilayah sebanyak 15 ribu orang.
"Kemudian kita meningkatkan standar Had Kifayah 61 ribu orang dan masuk ke dalam standar Nisab Zakat sebanyak 28 ribu orang," papar dia.
Dari capaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa BAZNAS telah berkontribusi untuk membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dapat tercapai.
BERITA02/01/2025 | admin
Ketua KIP Apresiasi BAZNAS RI sebagai Lembaga Informatif dalam Keterbukaan Informasi Publik 2024
Ketua Komisi Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) RI, Donny Yoesgiantoro, memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas pencapaiannya sebagai lembaga non-struktural informatif, yang berhasil menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik dengan baik dan transparan.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Konferensi Pers Penerimaan Penghargaan BAZNAS yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Selasa (31/12/2024).
Donny menilai, penghargaan yang diraih BAZNAS RI merupakan pencapaian strategis yang penting. Hal ini tidak hanya mencerminkan kinerja positif BAZNAS, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.
"Saya mengucapkan selamat kepada BAZNAS yang berhasil meraih peringkat ketiga tertinggi dalam kualifikasi informatif kategori Lembaga Non-Struktural pada Monev Keterbukaan Informasi Publik tahun 2024," ujar Donny.
Menurut Donny, penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen BAZNAS dalam menjalankan transparansi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
"Dengan predikat sebagai lembaga informatif, BAZNAS telah membuktikan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik. Status ini menunjukkan bahwa BAZNAS telah berhasil menjalankan transparansi dalam kegiatannya, yang berdampak positif terhadap kepercayaan publik," tegasnya.
Kepercayaan publik, lanjut Donny, hanya dapat diraih melalui transparansi yang konsisten. Ia menekankan pentingnya penyajian informasi publik yang jelas, termasuk informasi yang dikecualikan dan dokumen penting lainnya.
Namun, ia juga mengingatkan BAZNAS untuk tetap berhati-hati dalam mengelola informasi yang dikecualikan. Menurutnya, perlindungan terhadap data pribadi penerima zakat (mustahik) adalah hal yang sangat penting.
"Jika penerima bantuan tidak ingin data pribadinya diungkapkan, maka hal tersebut harus dihormati sepenuhnya. Ini adalah bagian dari tanggung jawab lembaga," jelas Donny.
Donny berharap, BAZNAS dapat terus menjadi pelopor dalam pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ia juga mendorong, agar BAZNAS mampu menjaga amanah yang telah diberikan oleh negara dan masyarakat, sekaligus berkontribusi aktif dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
"Semoga BAZNAS terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan menjaga amanah yang telah diberikan oleh negara serta masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diberikan oleh KIP, Ombudsman, dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras BAZNAS RI dalam meningkatkan pelayanan dan pemberian informasi.
"Alhamdulillah, penghargaan ini sangat penting bagi kami. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas dan kinerja BAZNAS RI selalu dipantau, dinilai, dan dievaluasi dengan baik," ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, penghargaan ini tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kiai Noor mengatakan, penghargaan yang diterima BAZNAS RI ini memiliki dampak positif yang besar dalam mendorong masyarakat untuk berzakat.
"Penghargaan ini adalah amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat," pungkasnya.
BERITA02/01/2025 | Admin
BAZNAS RI Raih Penghargaan Pengawasan Kearsipan ANRI dengan Predikat A
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan pengawasan kearsipan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dengan meraih nilai 80,14 predikat A.
Penghargaan tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor: AK.01.00/28/2024 Tentang Hasil Pengawasan Kearsipan Tahun 2024 yang dikeluarkan ANRI pada tanggal 18 Desember 2024. Penyerahan penghargaan diberikan dalam acara Konferensi Pers Penerimaan Penghargaan BAZNAS yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (31/12/2024).
Adapun tiga penghargaan lainnya; Pertama, BAZNAS meraih penghargaan predikat "Kualitas Terbaik" dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan publik (Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik) Tahun 2024 oleh Ombudsman RI. Kedua, penghargaan peringkat 3 tertinggi kualifikasi INFORMATIF kategori Lembaga Non Struktural dengan nilai 97,38 pada MONEV keterbukaan informasi publik tahun 2024. Ketiga, menjadi Juara Pertama dalam ajang bergengsi Anugerah Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Award 2024.
Plt Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M.Hum, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja kearsipan BAZNAS RI yang melonjak jauh menjadi lebih baik pada tahun 2024.
"Sebagaimana kita ketahui bahwa di dua tahun belakangan, BAZNAS kinerja kearsipannya masih mendapatkan nilai B, tapi kemudian dengan gigih staf-staf BAZNAS ini bisa meningkat sampai 80,14 persen, bukan pekerjaan mudah, institusi yang sangat sibuk seperti BAZNAS masih memikirkan arsip," kata Imam.
Imam mengatakan, hal ini menjadi pembuktian bahwa kearsipan yang merupakan back office dari semua aktivitas administrasi yang dikelola dengan kearsipan yang bagus untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik.
"Ini membuktikan BAZNAS telah berusaha dengan gigih memberikan pelayanan informasi yang baik di era keterbukaan informasi ini," ujarnya.
"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada BAZNAS atas kinerja ini, dan saya pernah menyampaikan, kalau ANRI itu tanggung jawabnya hanya dunia, diperiksa sama BPK, kalau BAZNAS selain diperiksa sama BPK juga diperiksa sama malaikat nanti, oleh karena itu arsipnya harus bagus, karena arsip sebagai bahan akuntabilitas, saya pada kesempatan ini sangat berbahagia karena BAZNAS sebagai institusi baru sudah memperhatikan arsipnya," tambah Imam.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, dalam sambutannya menyampaikan, penghargaan untuk BAZNAS RI dalam bidang kearsipan ini tidak terlepas dari kerja keras para pimpinan, deputi, sestama dan para staf BAZNAS dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
"Jadi kalau dua tahun lalu arsip kita masih kurang bagus, langsung saat itu kita rapat supaya bisa menjadi bagus itu seperti apa, kita kalau dinilai KIP bagus dinilai Ombudsman bagus tapi kemudian kedalamnya orang tau penataan arsipnya tidak bagus orang tidak akan percaya, itu terus kita lakukan," kata Kiai Noor.
"Kehadiran ANRI disini bagi BAZNAS merupakan anugrah yang luar biasa, apa yang bapak ibu ANRI berikan ini sangat bermanfaat bagi BAZNAS," ucapnya.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas penghargaan ini, dan hanya Allah subhanahuwataala yang akan membalas, suatu saat nanti jika kita dipanggil oleh Allah maka catatan dari ANRI ini akan menjadi bagian dari catatan surga insya Allah," ucap Kiai Noor.
Sejak 2022, BAZNAS dan ANRI telah bersinergi dalam Gerakan Sadar Tertib Arsip di lingkungan BAZNAS. Melalui Gerakan Sadar Tertib Arsip ini, BAZNAS berkomitmen untuk menjaga arsip statis yang memiliki nilai penting dan nilai guna kesejarahan.
BERITA02/01/2025 | Admin
Ombudsman RI: BAZNAS Tunjukkan Peningkatan Signifikan dalam Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendapat apresiasi dari Ombudsman RI atas pencapaian yang signifikan dalam raihan hasil penilaian kepatuhan pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman RI pada tahun 2024.
Pada tahun 2024, BAZNAS memperoleh penilaian yang sangat signifikan. Dari tahun 2022 pertama kali dinilai mendapatkan 70,88 masuk zona kuning. Di tahun 2023 meningkat menjadi 73,86 masih di zona kuning. Hingga di tahun 2024, BAZNAS memperoleh nilai yang cukup atau sangat signifikan yaitu 88,03 masuk zona hijau kategori A dengan Opini Kualitas Tertinggi.
Hal itu disampaikan Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan dan Penilaian Kepatuhan Ombudsman RI, Aat Sugihartati dalam Konferensi Pers Penerimaan Penghargaan BAZNAS, di Jakarta, Selasa (31/12/2024).
Hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D. serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH Achmad Sudrajat Lc. MA. CFRM.
Kepala Keasistenan Manajemen Pengetahuan Ombudsman RI, Aat Sugihartati, menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan nilai kepatuhan BAZNAS.
"Hal ini menunjukkan hasil Kerja sama dari seluruh unit di lingkungan BAZNAS untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas," ujar Aat Sugihartati.
Aat mengatakan, penilaian kepatuhan pelayanan publik merupakan upaya pencegahan Ombudsman RI yang bertujuan untuk mencegah mal administrasi dan juga mendorong penyelenggara memenuhi standar layanan pelayanan, di mana pemenuhan standar pelayanan merupakan suatu kewajiban bagi penyelenggara dalam melaksanakan pelayanan publiknya.
Menurutnya, hasil penilaian kepatuhan ini disinergikan dengan laporan pengaduan masyarakat yang masuk ke Ombudsman. Jadi kementerian dan Lembaga atau pemerintah daerah yang menerima produk pengawasan Ombudsman berupa saran perbaikan, tindakan korektif atau pun rekomendasi Ombudsman namun tidak dilaksanakan maka Ombudsman tidak akan memberikan piagam penghargaan.
"Dengan diberikannya piagam penghargaan kepada BAZNAS maka kita pastikan clean and clear. Jadi tidak laporan masyarakat dan kalau pun ada sudah dilaksanakan, jadi masuk dalam kategori lembaga clean and clear," kata Aat.
Aat berharap, pencapaian ini akan terus dipertahankan serta ditingkatkan dan selalu dimonitoring dan dievaluasi atas penyelenggaraan publik yang telah berjalan, guna memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
"Pencapaian ini adalah bukti kerja keras BAZNAS dengan meningkatnya nilai kepatuhan karena dapat dikatakan dengan peningkatan penilaian ini baik dari kompetensi pelaksana maupun pengelolaan pengaduan dan juga pemenuhan standar pelayanan di BAZNAS sudah sangat baik," harapnya.
Pada tahun 2025, kata Aat, penilaian kepatuhan akan bertransformasi menjadi opini pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik. Nantinya, Ombudsman tidak hanya menilai untuk produk administratif, namun juga menilai untuk produk dan jasa dan barang.
"Harapannya dengan perubahan konsep di tahun 2025, BAZNAS dapat mempertahankan nilai atau meningkatkan nilainya walaupun sudah bertransformasi menjadi opini," ucapnya.
BERITA02/01/2025 | Admin

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
