Berita Terbaru
Mengenal Lebih Dekat Sosok Rasulullah SAW: Dari Kelahiran Hingga Wafatnya Sang Rasul
Lebih dari 1400 tahun berlalu, namun cahaya perjuangan Nabi Muhammad SAW tak pernah padam. Sosok agung yang menjadi teladan sepanjang masa ini telah memberikan warisan luar biasa bagi umat manusia berupa ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Mengenal dan meneladani perjalanan hidup Rasulullah adalah bagian dari kecintaan kita sebagai umatnya.
Kelahiran dan Masa Kecil
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal Tahun Gajah, bertepatan dengan 21 April 571 M. Beliau berasal dari suku Quraisy, Bani Hasyim. Lahir dalam keadaan yatim, karena ayahandanya wafat saat beliau masih dalam kandungan. Sejak kecil beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib, dan kemudian oleh pamannya, Abu Thalib. Sejak dini, Rasul dikenal sebagai anak yang jujur, cerdas, serta memiliki akhlak yang luhur.
Masa Remaja hingga Wahyu Pertama
Pada usia 25 tahun, Nabi menikah dengan Khadijah, seorang wanita bangsawan dan kaya yang menjadi pendukung utama dakwah beliau. Menjelang usia 40 tahun, Rasulullah kerap bertafakur di Gua Hira. Di tempat itulah wahyu pertama diturunkan melalui Malaikat Jibril, dengan perintah “Iqra’ bismirabbik...” (QS. Al-‘Alaq: 1–5). Dari situlah tugas kenabian dimulai, dengan dakwah secara sembunyi-sembunyi, lalu secara terang-terangan, meski menghadapi berbagai rintangan dari kaum Quraisy.
Hijrah dan Dakwah di Madinah
Semakin beratnya tekanan di Makkah mendorong Rasulullah SAW dan para sahabatnya untuk hijrah ke Madinah pada tahun 622 M. Di kota ini, beliau membangun masyarakat Islam yang kuat, damai, dan berperadaban. Zakat dan kurban mulai disyariatkan sebagai bentuk solidaritas sosial dan pemerataan ekonomi umat. Madinah menjadi pusat kekuatan dakwah Islam dan simbol keberhasilan membangun peradaban.
Wafatnya Sang Rasul
Menjelang wafat, Rasulullah SAW telah memberikan berbagai isyarat perpisahan. Pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal tahun ke-11 H (usia 63 tahun), beliau wafat setelah sebelumnya sempat tersenyum melihat umatnya melaksanakan shalat berjamaah. Rasulullah wafat dalam keadaan Islam telah sempurna, sebagaimana firman Allah SWT:
"Hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu..." (QS. Al-Ma’idah: 3).
Penutup
Perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah sumber inspirasi tiada akhir. Mengenal dan meneladaninya adalah bentuk cinta, dan mencontoh akhlaknya adalah bukti pengamalan keimanan kita. Mari jadikan hidup kita pantulan dari cahaya akhlak Nabi, untuk dunia yang lebih damai, adil, dan penuh kasih sayang.
BERITA30/07/2025 | Admin
5 Syarat Wajib Zakat Penghasilan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang kembali mengedukasi masyarakat melalui artikel mengenai pentingnya memahami kewajiban membayar zakat penghasilan. Dalam artikel edukatif tersebut, BAZNAS merinci lima syarat utama yang harus dipenuhi oleh seseorang agar wajib mengeluarkan zakat atas penghasilan yang diperoleh.
1. Beragama Islam
Zakat merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang ditegaskan kembali oleh sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq r.a., bahwa zakat adalah bentuk ibadah sosial dan kewajiban bagi seluruh umat Islam.
2. Orang Merdeka (Bukan Budak)
Zakat hanya diwajibkan kepada orang yang merdeka. Dalam konteks historis Islam, hamba sahaya atau budak tidak diwajibkan membayar zakat karena belum memiliki kebebasan dan kepemilikan penuh atas harta benda.
3. Kepemilikan Penuh atas Harta
Harta penghasilan yang dimiliki harus sepenuhnya menjadi milik muzakki (pemberi zakat). Artinya, tidak ada unsur pinjaman, utang, atau hak orang lain atas harta tersebut. Zakat tidak diwajibkan jika harta tersebut masih dalam status tanggungan atau utang.
4. Mencapai Nishab
Nishab adalah batas minimum kekayaan yang menjadikan seseorang wajib membayar zakat. Untuk zakat penghasilan, nishab yang ditetapkan adalah setara dengan 85 gram emas per tahun. Ketentuan ini diatur dalam SK BAZNAS Nomor 01 Tahun 2024 tentang Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa.
5. Mencapai Haul
Haul adalah masa satu tahun hijriyah. Seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan jika sudah melewati masa haul sejak penghasilan diterima pertama kali. Hal ini diperkuat oleh hadis Nabi SAW yang menyatakan: "Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah).
Dengan lima syarat ini, BAZNAS Kabupaten Subang berharap masyarakat semakin sadar akan kewajiban zakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual. Zakat penghasilan bukan hanya bentuk kepatuhan kepada syariat, tetapi juga solusi efektif dalam membantu pemerataan kesejahteraan umat.
BERITA29/07/2025 | Admin
Empat Makna Zakat: Menyucikan Harta, Meninggikan Iman, Menebar Manfaat
Zakat bukan hanya kewajiban dalam rukun Islam, tetapi juga memiliki makna yang sangat dalam bagi kehidupan pribadi dan sosial. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang menyampaikan empat makna penting dari zakat yang perlu dipahami oleh umat Islam agar semakin sadar akan peran zakat dalam membentuk masyarakat yang berkah dan sejahtera.
1. Al-Barakatu – Zakat Membawa Keberkahan
Zakat mendatangkan keberkahan bagi pemberi dan penerima. Seperti dalam QS. An-Nahl: 112, Allah memberi contoh negeri yang dulunya tenteram, tetapi karena penduduknya mengingkari nikmat-Nya, negeri tersebut ditimpa kelaparan dan ketakutan. Ini menunjukkan pentingnya rasa syukur dan berbagi.
2. An-Numuw – Zakat Menggandakan Kebaikan
Dalam QS. Ar-Rum: 39, Allah menegaskan bahwa zakat yang diberikan dengan niat meraih ridha-Nya akan dilipatgandakan, tidak seperti riba yang tak bernilai di sisi Allah. Ini menunjukkan bahwa zakat adalah investasi spiritual dengan hasil yang besar.
3. As-Sholahu – Zakat Membawa Perbaikan
QS. Saba: 39 mengingatkan bahwa harta yang dinafkahkan akan diganti oleh Allah dengan rezeki yang lebih baik. Zakat menjadi sarana perbaikan sosial dan ekonomi, sekaligus memperluas jalur keberkahan.
4. At-Thohoru – Zakat Membersihkan Jiwa dan Harta
Sebagaimana tertuang dalam QS. At-Taubah: 103, zakat berfungsi menyucikan harta dan jiwa. Ia menjadi penenang bagi yang berzakat dan menjadi doa keberkahan bagi yang menerima.
Dengan memahami keempat makna ini, zakat tak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga jalan menuju keberkahan dan kemuliaan bagi umat.
BERITA27/07/2025 | Admin
Peresmian BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) di Masjid Nurul Huda Jalancagak, Subang Wujud Masjid Berdaya dan Berdampak bagi Pemberdayaan Umat
BAZNAS Kabupaten Subang bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat meresmikan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) di Masjid Nurul Huda, Kampung Jalancagak RT 12 RW 02, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang pada Rabu, 9 Juli 2025 pukul 08.00 WIB.
Peresmian BMM ini mengusung semangat “Masjid Berdaya, Masyarakat Berdampak”, yang menandai penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain: Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat KH. Dr. Ali Kosim, S.HI, M.Ag, Kadiv Optimasi Pemasaran Produk BAZNAS RI Deden Kuswanda, Asda III Kabupaten Subang H. Dadang Kurnianudin, S.IP, M.Si, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Subang, M.Si, Camat Jalancagak, Kepala KUA, Polsek Jalancagak, Perwakilan BSI Subang, DMI, Ketua UPZ Jalancagak, serta para penerima manfaat BMM.
Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh KH. Rosyidin, Kepala KUA Kecamatan Jalancagak. Selanjutnya dilanjutkan sambutan dari Ketua DKM Masjid Nurul Huda, Drs. H. Dedi Supriadi, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada masjidnya. Ia menjelaskan berbagai program sosial DKM, seperti Pengajian Rutin, Infak Beras, Jumat Berkah untuk 300 jamaah dan musafir, Santunan Yatim-Jompo-Dhuafa, serta rencana program bantuan permodalan untuk pedagang kecil sekitar masjid.
“Kami bermimpi masjid bisa membantu umat, bukan hanya dalam urusan akhirat, tapi juga kesejahteraan duniawinya,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si, menegaskan bahwa kehadiran BMM adalah bentuk nyata amanah zakat yang dimanfaatkan secara optimal. Ia mengajak para muzaki untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS yang berlandaskan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
“Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi alat transformasi sosial yang mengangkat martabat mustahik,” ujarnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Barat, KH. Dr. Ali Kosim, menambahkan bahwa program-program DKM Nurul Huda layak menjadi percontohan. Ia juga menegaskan pentingnya tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan tentang BAZNAS.
“Jika ada kabar miring, klarifikasi langsung ke BAZNAS kabupaten/kota. Kami bekerja sesuai amanah dan transparansi,” tegasnya.
Sementara itu, Asda III Kabupaten Subang, H. Dadang Kurnianudin, S.IP, M.Si, menyampaikan salam dari Bupati dan Wakil Bupati Subang yang berhalangan hadir. Ia mengajak masyarakat Subang untuk terus mendukung program-program BAZNAS.
“Aktivitas BAZNAS harus terekspos di media sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, bukan untuk ria, tapi untuk menunjukkan kerja nyata,” jelasnya.
Kadiv Optimasi Pemasaran Produk BAZNAS RI, Deden Kuswanda, menyatakan harapannya agar program ini mampu menjadi motor pemberdayaan ekonomi masjid dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Program BMM Masjid Nurul Huda merupakan BMM kedua di Kabupaten Subang dan diharapkan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya. Program ini membuktikan bahwa masjid mampu berperan sebagai pusat spiritual dan ekonomi umat.
BERITA09/07/2025 | Admin
BAZNAS Kabupaten Subang Hadiri Pemilihan Ketua UPZ Kecamatan Jalancagak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang menghadiri agenda pemilihan Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Jalancagak yang dilaksanakan pada Kamis, 3 Juli 2025, bertempat di Kantor KUA Kecamatan Jalancagak.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Subang, Asep Iwan Herliawanto, S.HI, didampingi oleh Kepala Bagian Pengumpulan dan Kepala Bagian SAU BAZNAS Kabupaten Subang, serta turut hadir Kepala KUA Jalancagak, perwakilan dari Kecamatan, dan para Ketua UPZ Desa se-Kecamatan Jalancagak.
Dalam sambutannya, Asep Iwan Herliawanto, S.HI menyampaikan pentingnya keberadaan UPZ sebagai ujung tombak pengelolaan zakat di tingkat kecamatan dan desa. Ia menekankan bahwa sinergi antara UPZ dan BAZNAS sangat menentukan efektivitas penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran dan berdampak luas.
“Kami ucapkan selamat kepada Ketua UPZ Kecamatan Jalancagak yang baru, Drs. H. Sofyan Taufik. Semoga dapat menjalankan amanah ini dengan penuh integritas dan inovasi dalam pengelolaan ZIS di wilayah Jalancagak,” ungkapnya.
Dan yang tak kalah penting, kami haturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Demisioner, Bapak H. Sadjidin, yang telah mengabdi dan berkontribusi besar dalam pengelolaan ZIS selama 18 tahun terakhir. Semoga menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi pengurus baru.
Asep Iwan juga menambahkan, terima kasih pangeresa Pak H. Sadjidin, Ketua UPZ Kecamatan Jalancagak, yang telah berjasa membantu BAZNAS Subang dalam pengelolaan ZIS selama 18 tahun. Semoga estafet kepemimpinan kepada pengurus baru bisa lebih baik lagi.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum penyegaran organisasi sekaligus memperkuat sistem pengumpulan dan pendistribusian zakat di wilayah Jalancagak. BAZNAS Subang berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina UPZ sebagai mitra strategis dalam menciptakan keadilan sosial berbasis zakat.
BERITA04/07/2025 | Admin
Cahaya Zakat: BAZNAS Subang Berikan Pembinaan dan Pendampingan untuk BMM Al-Munajat
BAZNAS Kabupaten Subang kembali memperkuat komitmennya dalam memberdayakan ekonomi umat melalui program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM). Bertempat di Gg. Kenanga I No. 23 RT 16 RW 04, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, kegiatan pembinaan dan pendampingan BMM Al-Munajat dilaksanakan pada Kamis, 4 Juli 2025.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Subang, Rokib Elfariz, S.Ag., bersama pengurus DKM Al-Munajat dan anggota BMM. Dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan, Rokib Elfariz menyampaikan pentingnya menjaga amanah dalam pengelolaan dana mikro berbasis masjid, serta peran vital zakat dalam menggerakkan roda ekonomi umat.
Dalam arahannya, Rokib Elfariz mengangkat tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”, yang mengandung makna mendalam. “Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga cahaya yang menerangi dua arah.
“Bagi para muzaki (pemberi zakat), zakat menjadi pintu keberkahan dan pelipatgandaan rezeki. Sementara bagi mustahik (penerima zakat), zakat adalah bentuk pertolongan yang dapat mengubah keadaan mustahil menjadi mungkin. Di sinilah letak keajaibannya zakat menyambungkan dua dunia dengan energi kebaikan yang luar biasa.” ujarnya
Selain memberikan motivasi, Rokib juga memberikan tips praktis terkait manajemen keuangan, khususnya dalam membayar angsuran secara baik dan lancar, seperti membuat skala prioritas, menyisihkan angsuran sebelum konsumsi, serta membangun komunikasi yang terbuka antara anggota dan pengurus BMM.
Program BMM Al-Munajat sendiri merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis masjid, yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan pemberdayaan berkelanjutan.
BAZNAS Subang berharap, kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas pengelolaan BMM, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa zakat memiliki dampak transformatif bagi masyarakat, baik dari sisi spiritual maupun sosial-ekonomi.
BERITA04/07/2025 | Admin
Peternak Berdaya, UMKM Naik Kelas: Kuliner “Lahman Thoriyyan” Jadi Terobosan Baru di Subang
Inovasi baru hadir dari sinergi antara Balai Ternak Budak Angon Sahate dan pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Subang. Dalam upaya memperluas pemasaran hasil ternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, keduanya meluncurkan usaha kuliner baru bertajuk "Lahman Thoriyyan", yang secara khusus menyajikan menu utama domba guling segar.
Usaha kuliner ini merupakan terobosan yang digagas oleh tim pengelola balai ternak dan dikoordinasikan oleh Rokib Elfariz, S.Ag., Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Subang yang juga menjadi PIC program ternak tersebut. Ia menjelaskan bahwa nama "Lahman Thoriyyan" diambil dari Al-Qur'an surat Surat An-Nahl ayat 14, yang berarti “daging segar” — menggambarkan kualitas utama produk yang ditawarkan.
"Daging segar karena ternak langsung dipotong mendadak saat pemesanan pembeli. Jadi bukan daging simpanan yang disimpan lama di freezer," jelas Rokib.
Ia menambahkan, gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap pola penjualan ternak yang selama ini bersifat musiman, seperti saat ibadah haji atau Idul Adha saja. Padahal, potensi pemasaran bisa lebih luas dan berkelanjutan.
"Kita ingin peternak punya penghasilan rutin, tidak hanya tahunan tapi juga bisa mingguan bahkan harian. Oleh karena itu, usaha ini menyediakan bukan hanya domba guling, tapi juga ayam guling, entog guling, dan bebek guling," tuturnya.
Program ini tidak hanya memberikan peluang pemasukan bagi peternak, tetapi juga membuka ruang usaha dan kolaborasi untuk pelaku UMKM di bidang kuliner. Dengan demikian, inisiatif ini menjadi win-win solution yang mendukung dua sektor sekaligus: peternakan dan ekonomi kreatif kuliner.
"Bukan hanya peternak yang terbantu, tapi UMKM kuliner juga terbantu. Hal ini bisa menjadi langkah awal untuk kedepan bisa berdiri rumah makan yang bisa memenuhi kebutuhan konsumen terhadap masakan kebuli yang semakin banyak penggemarnya. Mudah-mudahan Allah memberkahi usaha ini," pungkas Rokib Elfariz penuh harap.
Dengan sinergi ini, diharapkan usaha kuliner Lahman Thoriyyan mampu menjadi ikon baru kuliner khas Subang berbasis pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi lokal melalui pendekatan terintegrasi.
BERITA03/07/2025 | Admin
Kejar Amalan di Bulan Muharam, BAZNAS Subang Ajak Masyarakat Perbanyak Ibadah
Memasuki bulan Muharam 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang mengajak seluruh masyarakat untuk menghidupkan amalan-amalan mulia di bulan yang penuh keutamaan ini. Melalui infografis edukatif bertajuk “Kejar Amalan di Bulan Muharam Yuk!”, BAZNAS menyampaikan seruan untuk memanfaatkan momentum Muharam sebagai awal tahun hijriah dengan memperbanyak amal kebaikan.
Dalam infografis tersebut, BAZNAS Subang menyebutkan beberapa amalan utama yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Muharam, di antaranya:
Puasa Asyura (10 Muharam/6 Juli 2025)
Ibadah puasa sunnah ini memiliki keutamaan luar biasa karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya.
Perbanyak Amalan Sunah
Seperti salat sunah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, dan amal ibadah lainnya yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Muhasabah dan Introspeksi Diri
Muharam sebagai awal tahun hijriah menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri, memperbaiki niat, dan memperkuat tekad untuk lebih baik dalam iman dan amal.
Bersedekah
Salah satu amalan yang memiliki dampak besar bagi sesama, termasuk dalam mengurangi beban kaum dhuafa dan menyucikan harta.
Infografis ini juga dilengkapi dengan kutipan Al-Qur’an dari QS. At Taubah ayat 36 yang menegaskan keistimewaan bulan-bulan haram, termasuk Muharam:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Dengan publikasi ini, BAZNAS Kabupaten Subang mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan bulan Muharam sebagai titik awal kebangkitan spiritual dan sosial. Selain memperkuat hubungan dengan Allah, BAZNAS juga mendorong masyarakat untuk terus berbagi kebaikan melalui program-program zakat, infak, dan sedekah.
BERITA01/07/2025 | Admin
1 Muharram, Momen Spiritualitas dan Amalan Menuju Hidup Lebih Berkah
Menyambut pergantian tahun dalam kalender Hijriyah, umat Islam di seluruh dunia termasuk di Kabupaten Subang diajak untuk mengisi malam Tahun Baru Islam dengan berbagai amalan ibadah dan perenungan diri. Tahun Baru Hijriyah yang jatuh pada 1 Muharram bukan sekadar penanda waktu, tetapi momen spiritual yang penuh makna dalam perjalanan keimanan seorang Muslim.
Berbeda dengan suasana tahun baru masehi yang seringkali dirayakan dengan perayaan meriah, pergantian tahun dalam kalender Islam lebih ditekankan pada nilai-nilai spiritual, kesyukuran, dan perbaikan diri.
Beberapa amalan yang dianjurkan oleh para ulama untuk dilakukan pada malam 1 Muharram antara lain:
1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
Menjelang Maghrib, umat Islam dianjurkan membaca Doa Akhir Tahun untuk memohon ampunan atas dosa-dosa selama setahun terakhir. Setelah masuk waktu Maghrib, dilanjutkan dengan Doa Awal Tahun sebagai bentuk permohonan agar tahun baru dipenuhi dengan keberkahan dan keselamatan.
2. Shalat Sunnah dan Dzikir
Meski tidak ada shalat khusus untuk malam tahun baru Hijriyah, umat dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat taubat dan shalat hajat, serta memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca shalawat.
3. Tilawah Al-Qur’an
Mengisi malam dengan membaca Al-Qur’an, seperti Surat Yasin, Al-Fatihah, dan surat-surat pendek, menjadi bagian dari rutinitas ibadah yang menenangkan jiwa di malam pergantian tahun.
4. Muhasabah dan Hijrah Pribadi
Malam tahun baru juga menjadi momen tepat untuk muhasabah diri, mengevaluasi perjalanan spiritual dan amal ibadah setahun ke belakang. Banyak umat Islam menggunakan waktu ini untuk membuat komitmen hijrah menuju pribadi yang lebih taat, bersih dari dosa, dan bermanfaat bagi sesama.
Di berbagai daerah, termasuk beberapa pondok pesantren dan masjid di Subang, kegiatan malam tahun baru Islam diisi dengan doa bersama, pengajian, serta pawai obor sebagai bentuk syiar Islam dan perayaan yang penuh makna.
Dengan menjadikan malam 1 Muharram sebagai waktu ibadah dan pembenahan diri, umat Islam diajak untuk memaknai tahun baru Hijriyah sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik secara spiritual dan sosial.
BERITA26/06/2025 | Admin
BAZNAS Kabupaten Subang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Rob di Desa Mayangan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Kali ini, bantuan disalurkan kepada warga terdampak banjir rob yang melanda wilayah pesisir Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon pada Rabu (25/06).
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Subang, yakni Agus Ramdhan S dan Yanto Sugianto, dengan didampingi oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Legonkulon. Proses pendistribusian berlangsung pada hari ini dan menyasar warga yang rumahnya terendam serta mengalami kerugian akibat naiknya air laut dalam beberapa hari terakhir.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga,” ujar Yanto saat menyerahkan bantuan.
UPZ Legonkulon turut berperan aktif dalam mengawal distribusi agar bantuan tepat sasaran. Warga pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
BAZNAS Kabupaten Subang terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kebencanaan, dengan semangat solidaritas dan kemanusiaan.
BERITA25/06/2025 | Admin
Peresmian BAZNAS Microfinance Masjid di Masjid Al-Munajat, Subang: Cahaya Zakat untuk Kemandirian Ekonomi Umat
Dengan mengusung tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang meresmikan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) di Masjid Al-Munajat, Gang Kenanga I No. 23 RT 16 RW 04, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang. Program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis masjid.
Dalam sambutannya, Ust. Mochamad Arief Mulyadi, Ketua DKM Masjid Al-Munajat, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini yang telah memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp150 juta kepada 50 penerima manfaat.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan sebesar 150 juta untuk 50 penerima manfaat sebagai modal UMKM. Di masjid ini juga rutin dilaksanakan santunan untuk 92 anak yatim piatu dan 21 dhuafa tiap bulan, serta kegiatan pengajian anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Insya Allah, Idul Adha nanti kami juga akan menyembelih 6 ekor sapi dan 6 ekor domba,” ungkapnya.
“Mohon doanya agar semua kegiatan kami bisa berjalan dengan istiqomah,” tambahnya.
Program BMM ini juga mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Subang, Rokib Elfariz, yang menjelaskan bahwa Masjid Al-Munajat menjadi salah satu dari dua masjid di Kabupaten Subang yang melaksanakan program ini, selain Masjid Besar Nurul Huda di Jalancagak.
“Program ini adalah bagian dari syiar cinta zakat. Pinjaman diberikan tanpa riba, tanpa denda, dan tanpa penyitaan. Diharapkan dana ini bisa bergulir selama satu tahun, agar penerima manfaat terus bertambah,” terang Rokib.
“Kami juga tengah menyiapkan program pinjaman bebas riba sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bank emok,” tambahnya.
HM. Sopyadi, Plh Kasubag Kemenag Kabupaten Subang yang hadir mewakili Kepala Kemenag, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
“Program ini adalah langkah nyata dalam memberdayakan ekonomi umat. Kemenag Subang sangat mendukung karena sejalan dengan misi penguatan ekonomi umat. Semoga menjadi solusi atas persoalan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Yunengsih, Kepala Divisi Pengumpulan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program ini di Subang.
“Kami sangat mengapresiasi DKM dan jamaah Masjid Al-Munajat yang telah bersedia menjadi pelaksana program. BMM adalah solusi konkret dari pengelolaan dana zakat dan diharapkan dapat memperkuat ekonomi umat secara signifikan,” ucapnya.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Subang, H. Rahmat Effendi, yang membacakan pesan dari Bupati Subang.
“Salam ngabret dari Pak Bupati yang hari ini bertugas di Lembur Pakuan bersama Gubernur. BAZNAS adalah mitra strategis kami dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Dalam satu bulan, BAZNAS dan Pemda telah menyalurkan Rp200 juta kepada 1.030 penerima manfaat melalui program Nyaah Ka Indung,” ungkapnya.
Ia berharap Masjid Al-Munajat bisa menjadi pilot project bagi masjid-masjid lain dalam mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis masjid.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kabag Kesra Setda Subang, Lurah Karanganyar, jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Subang, perwakilan BSI Subang, serta para jamaah dan tokoh masyarakat setempat.
Dengan diresmikannya program BAZNAS Microfinance Masjid ini, diharapkan akan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk memanfaatkan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, mengangkat harkat sosial para mustahik agar berdaya dan mandiri.
BERITA04/06/2025 | Admin
BAZNAS Edukasi Syarat Hewan Kurban, Budak Angon Sahate Tawarkan Domba Kurban dengan Sistem Timbang Bayar
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru membeli hewan kurban. Lewat kampanye edukatif di media sosial, BAZNAS menekankan pentingnya memilih hewan kurban yang memenuhi syarat sesuai syariat Islam.
Dalam unggahannya, BAZNAS menjelaskan bahwa hewan kurban harus merupakan hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, atau domba. Hewan tersebut juga wajib memenuhi usia minimal, misalnya sapi minimal 2 tahun, kambing dan domba minimal 1 tahun (atau 6 bulan jika sulit mendapat yang 1 tahun), serta unta minimal 5 tahun. Selain itu, hewan harus sehat, tidak cacat, dan tidak terlalu kurus.
BAZNAS juga mendorong masyarakat untuk berkurban secara praktis dan aman melalui situs resmi https://baznas.go.id/kurban, agar pendistribusian hewan kurban bisa menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Indonesia.
Sementara itu, bagi masyarakat di wilayah Subang dan sekitarnya, tersedia pula layanan jual beli domba kurban di Balai Ternak Budak Angon Sahate, Desa Belendung, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang yang merupakan Balai Ternak Binaan BAZNAS.
Menariknya, sistem penjualannya "timbang bayar": cukup Rp100.000 per kilogram. Misalnya, jika domba berbobot 25 kg, maka harganya hanya Rp2.500.000.
Transaksi dilakukan tanpa spekulasi, sesuai berat real-time. Mengingat harga hewan kurban cenderung naik mendekati Idul Adha, masyarakat diimbau untuk segera datang langsung ke lokasi dan mendapatkan domba terbaik dengan harga transparan.
BERITA30/05/2025 | Admin
Gubernur Jabar H. Dedi Mulyadi Kunjungi Desa Sukamandijaya dalam Program “Nganjang Ka Warga” Edisi #9
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan program unggulannya “Nganjang Ka Warga” Edisi #9, yang kali ini digelar di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang pada Rabu (28/05). Acara meriah ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi, bersama Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR, serta jajaran pimpinan daerah lainnya.
“Nganjang Ka Warga” merupakan bentuk nyata keterlibatan pemerintah dalam mendekatkan layanan publik dan hiburan kepada masyarakat. Sejak pagi hari, ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti Festival Layanan Publik yang disediakan oleh berbagai instansi.
Pelayanan yang tersedia mencakup: administrasi kependudukan (pembuatan KTP, KK, Akta), pelayanan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, samsat keliling untuk pajak kendaraan, pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi hukum dan UMKM, sertifikasi tanah dan layanan perbankan, serta penyaluran zakat, infaq, dan bantuan sosial dari BAZNAS Jabar dan BAZNAS Kabupaten Subang.
Santunan Yatim, Lansia, dan Dhuafa oleh BAZNAS
Salah satu kegiatan yang paling menyentuh hati adalah pemberian santunan bagi anak yatim, lansia, dan kaum dhuafa, yang dilaksanakan di Kantor Desa Sukamandijaya. Santunan ini disalurkan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, H. Anang Jauharudin, yang hadir bersama Pimpinan BAZNAS Kabupaten Subang dan didampingi oleh unsur Forkopimcam Ciasem.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Subang, Iteng Sukarya, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara pemerintah dan lembaga zakat dalam kegiatan ini.
“Kami sangat bangga bisa ikut serta dalam program Nganjang Ka Warga. Bantuan ini merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat kecil,” ujarnya.
Ia juga berharap, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan di berbagai wilayah, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
“Semoga ke depan kolaborasi ini terus berlanjut dan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan kehadiran dan manfaat dari BAZNAS,” tambahnya.
Malam Hiburan Rakyat
Acara dilanjutkan pada malam harinya pukul 20.00 WIB di Lapangan Desa Sukamandijaya. Rangkaian hiburan rakyat digelar, menampilkan seni tradisional dan artis lokal seperti Wa Kepoh, Chalim, Erma R, Cisu Hiponi, serta kelompok seni Jaipongan. Pertunjukan ini menjadi hiburan yang menghangatkan suasana dan mempererat kebersamaan warga.
Acara “Nganjang Ka Warga” disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube HUMAS Jabar, sehingga masyarakat di berbagai daerah bisa turut menyaksikan dan merasakan semangat pelayanan publik yang inklusif dan penuh kepedulian.
BERITA28/05/2025 | Admin
Pemda Subang dan BAZNAS Gulirkan Program “Nyaah Ka Indung” sebagai Implementasi Nilai Islam
Pemerintah Daerah Kabupaten Subang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang meluncurkan program sosial bertajuk “Nyaah Ka Indung” atau yang berarti “sayang kepada ibu”. Program ini merupakan bentuk konkret kepedulian terhadap peran dan kedudukan ibu dalam keluarga serta masyarakat, sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial.
Peluncuran program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun masyarakat yang lebih berkarakter, religius, dan menghargai jasa orang tua, khususnya ibu. Selain itu, program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk lebih menghormati dan mencintai orang tua sebagai bentuk ibadah dan wujud pengamalan ajaran Islam.
Dilandasi Ajaran Islam Program “Nyaah Ka Indung” bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan memiliki dasar kuat dalam ajaran agama Islam. Dalam Surat Al-Isra ayat 23, Allah SWT berfirman:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu…”
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya berbakti kepada ibu melalui sabdanya:
“Ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kutipan ini menunjukkan bahwa ibu memiliki kedudukan yang sangat utama dalam kehidupan seorang anak.
Tujuan Program Program “Nyaah Ka Indung” memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain: Menumbuhkan kesadaran untuk berbakti kepada orang tua, Menghidupkan kembali budaya islami yang menjunjung tinggi peran ibu, Menurunkan angka kenakalan remaja dan memperkuat karakter moral generasi muda, Memberdayakan peran ibu dalam pendidikan keluarga serta pengembangan masyarakat.
Bentuk Kegiatan Beberapa bentuk kegiatan dalam program ini antara lain: Edukasi keislaman dan parenting islami, Pemberian bantuan sosial kepada ibu lansia dan dhuafa, Penguatan peran ibu dalam ekonomi keluarga, Kampanye publik melalui masjid, sekolah, dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran berbakti kepada orang tua.
Ajakan untuk Mendukung Melalui program ini, Pemda Subang dan BAZNAS Kabupaten Subang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan “Nyaah Ka Indung” sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun generasi yang religius, berakhlak mulia, dan cinta keluarga.
“Surga itu di bawah telapak kaki ibu. Mari kita muliakan ibu kita, dengan tindakan nyata dan penuh cinta.”
BERITA23/05/2025 | Admin
Zakat Bukan Hanya Zakat Fitrah, Kenali Juga Zakat Mal!
Masih banyak masyarakat yang mengira bahwa zakat hanya terbatas pada zakat fitrah yang dibayarkan menjelang Hari Raya Idulfitri. Padahal, zakat dalam Islam terbagi menjadi dua jenis utama yang wajib dipahami dan ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu, yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Mal.
Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa—baik laki-laki maupun perempuan Muslim—yang dilakukan pada bulan Ramadan sebagai bentuk pensucian jiwa dan penyempurna ibadah puasa. Sementara itu, Zakat Mal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki seseorang setelah mencapai nisab dan haul.
Jenis-jenis harta yang termasuk dalam zakat mal antara lain: Emas, perak, dan logam mulia lainnya, Uang dan surat berharga lainnya, Hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan, Hasil peternakan dan perikanan, Hasil pertambangan dan industri, Pendapatan dan jasa Perdagangan serta Harta temuan (rikaz).
Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang kuat untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ayo Tunaikan Zakatmu Melalui BAZNAS Kabupaten Subang!
BAZNAS Kabupaten Subang adalah lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan amanah. Menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Subang memiliki banyak manfaat, di antaranya, Tepat Sasaran: Dana zakat disalurkan langsung kepada mereka yang berhak (mustahik) melalui berbagai program kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
Transparan dan Akuntabel: Pengelolaan dana dilakukan secara terbuka dan diawasi. Berdaya Guna: Zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan konsumtif, tapi juga produktif yang memberdayakan serta Legal dan Aman: Dikelola oleh lembaga resmi yang diakui negara.
Dengan berzakat melalui BAZNAS Kabupaten Subang, Anda turut serta mewujudkan keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat Subang yang lebih sejahtera.
BERITA22/05/2025 | Admin
BAZNAS Kabupaten Subang Bantu Renovasi Rumah Guru Ngaji yang Ambruk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan renovasi rumah tidak layak huni. Kali ini, bantuan diberikan kepada keluarga Barkah Shobarosa yang rumahnya ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh dan tak layak huni.
Lokasi rumah penerima manfaat berada di Gang Mangga RT. 11 RW. 04, Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati. Barkah Shobarosa bersama istrinya yang merupakan seorang guru ngaji telah lama mengabdikan diri di tengah masyarakat dengan mendidik anak-anak mengaji secara sukarela.
Iteng Sukarya, S.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Subang menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap para guru ngaji yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan karakter umat di tingkat akar rumput.
“Ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pengabdi ilmu agama seperti guru ngaji. Semoga rumah yang direnovasi ini bisa memberikan kenyamanan dan semangat baru bagi keluarga Pak Barkah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalijati Barat, H. Prio Putra Sundawa, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kabupaten Subang atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Kalijati Barat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Subang. Bantuan ini sangat berarti, terlebih kepada keluarga guru ngaji yang selama ini tulus mengabdi tanpa pamrih,” ujar H. Prio.
Proses renovasi rumah dimulai pada Jum'at (16/05/2025), dilaksanakan secara gotong royong dengan dukungan masyarakat sekitar dan para relawan. Bantuan ini diharapkan tak hanya meringankan beban keluarga Barkah, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk terus peduli dan berbagi.
BERITA21/05/2025 | Admin
BAZNAS Kabupaten Subang Berikan Bantuan Dana kepada 4 Rumah Terdampak Angin Puting Beliung di Kecamatan Pusakajaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang menyalurkan bantuan berupa dana tunai kepada empat rumah warga yang terdampak musibah angin puting beliung di wilayah Kecamatan Pusakajaya. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Subang Peduli Bidang Kemanusiaan sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian nyata BAZNAS terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Iteng Sukarya, S.Pd.I, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Subang dan dihadiri oleh Camat Pusakajaya, yang turut menyampaikan dukungannya atas sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat dalam membantu masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat BAZNAS Kabupaten Subang yang telah turun tangan memberikan bantuan kepada warga kami yang terdampak. Semoga bantuan ini meringankan beban dan menjadi semangat untuk bangkit kembali,” ungkap Camat Pusakajaya dalam sambutannya.
Bantuan diberikan secara simbolis kepada empat kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Dana yang disalurkan diharapkan dapat membantu warga melakukan perbaikan ringan dan memenuhi kebutuhan mendesak pasca bencana.
Adapun penerima bantuan tersebut adalah Sangidah Desa Karanganyar, Saepudin Desa Karanganyar, Aceng Herman Sulaeman Desa Pusakajaya dan Muslihudin Desa Pusakajaya. Salah seorang penerima bantuan, Sangidah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Subang. Kami sangat terbantu, apalagi kejadian ini datang tiba-tiba dan kami belum tahu harus mulai dari mana. Alhamdulillah ada yang peduli,” ujarnya dengan haru.
BAZNAS Kabupaten Subang menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam situasi darurat kebencanaan. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, BAZNAS berharap setiap bantuan yang disalurkan bisa membawa manfaat nyata bagi penerima.
Dalam kesempatan terpisah, Asep Iwan Herliawanto, S.H.I., Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Subang menyampaikan ajakannya kepada masyarakat untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
“Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan ke BAZNAS Kabupaten Subang, kita bisa melihat langsung bagaimana dana umat ini memberikan manfaat besar bagi saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Kepedulian kita menjadi harapan mereka. Mari kita teruskan semangat berbagi ini, agar lebih banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan kehadiran kita di saat mereka paling membutuhkan,” ujarnya.
Dengan dukungan masyarakat, BAZNAS Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus menjadi lembaga yang amanah, profesional, dan tepat sasaran dalam mendistribusikan dana zakat demi kemaslahatan umat.
BERITA19/05/2025 | Admin
Cahaya Zakat: Menebar Keberkahan, Menerangi Dunia
Zakat bukan sekadar kewajiban tahunan bagi umat Islam, melainkan cahaya yang memancarkan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan. Dalam praktik keseharian, zakat adalah bentuk nyata dari keimanan dan kepedulian. Ia membersihkan harta dan jiwa para muzakki, sekaligus menyentuh kehidupan mustahik dengan membawa harapan, peluang, dan keadilan.
Zakat mengajarkan kita makna berbagi sebagai jalan menuju keberkahan. Dalam setiap rupiah yang dikeluarkan, ada cahaya yang menerangi perjalanan spiritual kepada Allah SWT dan membawa perubahan nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia menciptakan solidaritas, menyambung jiwa satu dengan jiwa lainnya, serta memperkuat harmoni sosial yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Zakat: Solusi Spiritual dan Sosial
Zakat membawa dampak ganda: spiritual dan sosial. Secara spiritual, ia mendekatkan manusia kepada Tuhannya dengan memperkuat nilai ketakwaan, keikhlasan, dan syukur. Sementara secara sosial, zakat menjadi instrumen strategis dalam mengatasi kemiskinan, mempersempit kesenjangan sosial, dan membentuk masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Ketika zakat menjadi bagian integral dalam hidup seseorang, maka cahaya keberkahannya akan menyentuh semua sisi kehidupan: menerangi hati, menuntun jiwa, serta menyebarkan manfaat ke seluruh penjuru. Mari jadikan zakat sebagai pelita yang tidak pernah padam—menerangi dunia dengan perubahan positif dan menyemai nilai-nilai kemanusiaan.
Zakat untuk Dunia yang Lebih Baik
Menunaikan zakat bukan hanya memenuhi kewajiban, tapi juga meneguhkan peran kita sebagai makhluk yang membawa rahmat bagi semesta. Dalam sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya.”
Semoga cahaya zakat terus menyinari dunia, menjadikannya tempat yang lebih damai, penuh keberkahan, dan sejahtera. Zakat adalah cahaya yang tidak pernah padam, mengantarkan dunia pada kebaikan bersama.
BERITA19/05/2025 | Admin
BAZNAS Kabupaten Subang Buka Stand Kopi Gratis di Pelepasan Jama’ah Haji Kloter 14 KJT
Dalam rangkaian kegiatan pelepasan Jama’ah Calon Haji Kloter 14 KJT Kabupaten Subang yang digelar di Islamic Center Subang, Sabtu (17/05/2025), BAZNAS Kabupaten Subang menghadirkan stand kopi gratis sebagai bentuk pelayanan sekaligus sarana dakwah sosial kepada masyarakat.
Stand kopi gratis ini menjadi tempat bersantai dan berkumpulnya para pengantar jama’ah, tamu undangan, serta masyarakat yang hadir. Selain menyajikan kopi hangat, BAZNAS juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara langsung dan bersahabat.
Yanto Sugianto, Kepala Bagian Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Subang, menuturkan Stand kopi gratis ini bukan hanya untuk berbagi minuman, tapi juga berbagi nilai. Kami manfaatkan sebagai sarana menyampaikan pentingnya ZIS kepada masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban, tapi sarana pemulihan ekonomi umat.
Lebih dari itu, pelepasan jama’ah haji tahun ini juga menjadi momen istimewa bagi keluarga besar BAZNAS Kabupaten Subang, karena Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. Musyfiq Amrullah, Lc., M.Si. turut menjadi salah satu jama’ah yang berangkat ke Tanah Suci.
Dalam suasana haru dan penuh syukur, Agus Ramdhan, S.E., Kepala Bagian Sumber Daya Administrasi dan Umum (SAU) BAZNAS Kabupaten Subang, menyampaikan kami keluarga besar BAZNAS mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh jama’ah, terkhusus kepada Ketua kami, H. Musyfiq Amrullah.
"Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kelancaran, serta menjadikan beliau haji yang mabrur dan penuh keberkahan. Kepergian beliau juga menjadi teladan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian di jalan dakwah sosial." Tambahnya
Salah satu warga yang turut hadir dan merupakan keluarga dari jama’ah yang berangkat, Asep Diana asal Ciasem, menyampaikan rasa syukurnya atas pelayanan BAZNAS
“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa ikut mengantar saudara berangkat haji. Tadi sempat istirahat sambil minum kopi dari stand BAZNAS, hangat dan menyegarkan. Terima kasih banyak, sangat bermanfaat apalagi di pagi hari seperti ini. Semoga BAZNAS makin berkah dan sukses.” ujarnya
Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Bupati Subang Kang Rey, Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, Kepala Kemenag, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan keluarga para jama’ah. Sebanyak 445 jama’ah Kloter 14 KJT diberangkatkan menuju Asrama Haji Indramayu sebagai bagian dari total 1.183 jama’ah asal Kabupaten Subang tahun ini.
BERITA19/05/2025 | Admin
BAZNAS Subang Dukung Program "Nyaah Ka Indung", Wujud Nyata Kepedulian untuk Lansia
Program sosial "Nyaah Ka Indung" yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendapatkan dukungan luas, termasuk dari BAZNAS Kabupaten Subang. Program yang bertujuan memberikan perhatian khusus kepada kaum lansia yang kurang mampu ini kini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Subang.
Menurut data terbaru per 5 Mei 2025, sebanyak 754 ASN di lingkungan Pemprov Jabar telah memiliki lebih dari satu Indung Asuhan. Kota dan kabupaten di Jabar seperti Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Sukabumi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Subang aktif melaksanakan program ini.
BAZNAS Kabupaten Subang pun turut serta dalam menyukseskan program ini dengan memberikan dukungan berupa bantuan pangan, layanan kesehatan, serta pendampingan kepada para lansia yang masuk dalam kategori rentan.
Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Subang, Iteng Sukarya, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menyebut program "Nyaah Ka Indung" sebagai bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk merawat para lansia dengan penuh kasih.
"Program ini menghidupkan kembali nilai-nilai luhur masyarakat kita, yaitu gotong royong dan hormat kepada orang tua. BAZNAS Subang akan terus berkomitmen mendukung upaya ini, agar para lansia kita mendapatkan perhatian dan hak yang layak mereka terima. Semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ambil bagian," ujar Iteng Sukarya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, ASN, dan lembaga seperti BAZNAS, diharapkan ke depan program ini dapat menjangkau lebih banyak lansia dan membawa berkah bagi masyarakat Jawa Barat secara luas.
BERITA14/05/2025 | Admin

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
